Menu

Mode Gelap
Transisi Rayon Tak Ganggu Pasokan, Pusri Jamin Stok Pupuk Sumbar Tetap Aman Tantangan Teknis Jadi Sorotan, KSP Akui Kendala Pemerintahan Prabowo di Bidang Teknokrasi Halal Bihalal HKB Sukses Digelar, Tokoh Pemuda Sumsel Soroti Pentingnya Regenerasi HKB Sumsel Gelar Halal Bihalal Akbar, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti Malpraktik Tak Harus Ada Korban, Raden Ayu Widya Sari Tegaskan Pelanggaran Wilayah Bisa Dipidana

Nasional

Tuai Kontroversi, Perawat Joget di Ruang Operasi RSUD Datu Beru Dinonaktifkan

badge-check


					Tuai Kontroversi, Perawat Joget di Ruang Operasi RSUD Datu Beru Dinonaktifkan Perbesar

Jagatmediakertanegara, Aceh – Seorang perawat di RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, Riga Septian Bahri, dinonaktifkan setelah video dirinya berjoget di ruang operasi saat tindakan bedah berlangsung viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah tenaga medis tengah melakukan prosedur operasi terhadap seorang pasien. Di saat yang sama, Riga terlihat mengenakan pakaian operasi lengkap sambil berjoget di depan kamera.

img width="300" height="600" src=" "

Direktur RSUD Datu Beru Aceh Tengah, dr. Gusnarwin, membenarkan bahwa video tersebut direkam di dalam ruang operasi. Ia menegaskan bahwa prosedur medis tetap berjalan sesuai standar dan tidak terganggu oleh aksi tersebut.

“Benar itu dilakukan di kamar operasi, namun operasi berlangsung sesuai prosedur dan tidak mengganggu jalannya tindakan,” ujar Gusnarwin dalam video klarifikasinya, Sabtu (4/4/2026).

Pihak rumah sakit telah memanggil yang bersangkutan dan menyerahkan proses pembinaan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah. RSUD Datu Beru juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.

Sementara itu, Riga turut menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah setelah aksinya menjadi viral. Ia mengaku perbuatannya dilakukan secara spontan tanpa maksud tertentu.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit dan masyarakat yang merasa tidak nyaman. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar Riga.

Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, menjelaskan bahwa Riga merupakan perawat di bagian bedah. Saat ini, yang bersangkutan telah dinonaktifkan dan ditarik dari layanan bedah.

“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta tidak lagi bertugas di layanan bedah,” kata Himawan.

Ia juga menambahkan bahwa status Riga sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah dikembalikan ke BKPSDM untuk menjalani proses pengawasan dan pembinaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil investigasi internal, pihak rumah sakit sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan seluruh tenaga medis untuk tidak merekam maupun menyebarkan video di ruang operasi. Aturan tersebut juga secara tegas melarang penggunaan telepon genggam di dalam ruang bedah.

Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan hingga akhirnya video tersebut tersebar luas di media sosial.

“Aksi tersebut memang tidak mengganggu jalannya operasi, tetapi tidak etis dan tidak mencerminkan profesionalitas, sehingga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat,” ujar Himawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tantangan Teknis Jadi Sorotan, KSP Akui Kendala Pemerintahan Prabowo di Bidang Teknokrasi

13 April 2026 - 17:07 WIB

Halal Bihalal HKB Sukses Digelar, Tokoh Pemuda Sumsel Soroti Pentingnya Regenerasi

12 April 2026 - 22:55 WIB

UMKM Terpinggirkan? Marwan Jafar Dorong BI Ubah Arah Kredit Perbankan

10 April 2026 - 11:52 WIB

Mangkir Sidang, Bupati OKU Disorot: Aktivis Desak Jemput Paksa

8 April 2026 - 14:41 WIB

Bro Ron Seret Eks Rekan ke Polisi, Dugaan Penggelapan Rp3,6 M di Sabat Law Firm Terkuak

8 April 2026 - 01:50 WIB

Trending di Hukum