Menu

Mode Gelap
Forum Cakar Sriwijaya Audiensi dengan Pejabat Ditintelkam Polda Sumsel, Perkuat Sinergi Menjaga Kamtibmas Nobar Final Piala Dunia 2026, Polres Aceh Singkil Ajak Warga Perkuat Silaturahmi Saat Penghuni Terlelap, Yamaha NMAX Milik Warga Lubuklinggau Raib Digondol Maling Cakar Sriwijaya Sumsel Hadiri Festival Marogan 2026, Semarakkan Milad ke-16 Pondok Pesantren Tahfidz Kiai Marogan SPBU Palem Raya Ogan Ilir Bantah Dugaan Penyimpangan Distribusi BBM Bersubsidi Dugaan Bom Molotov di Sibolga Belum Terungkap, Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Nasional

Tangis Pecah di Bekasi, Pedagang Tahu Krispi Tewas Ditabrak Mobil MBG saat Cari Nafkah untuk Keluarga

badge-check


					Tangis Pecah di Bekasi, Pedagang Tahu Krispi Tewas Ditabrak Mobil MBG saat Cari Nafkah untuk Keluarga Perbesar

Jagatmediakertanegara, Bekasi- Suasana duka menyelimuti kawasan Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi setelah seorang pedagang tahu krispi bernama Sanoeri (41) meninggal dunia usai tertabrak mobil pengangkut program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (12/5/2026).

Kecelakaan tragis itu terjadi di Jalan Kalimantan Raya dan membuat warga sekitar syok. Sanoeri, yang sehari-hari berjualan demi menghidupi keluarga kecilnya, mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan keras saat insiden berlangsung.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Almarhum sempat dibawa ke rumah sakit setelah kejadian. Namun, beberapa jam kemudian, beliau meninggal dunia. Untuk luka, setahu saya berada di bagian kepala, kemungkinan akibat benturan dengan mobil. Informasi yang saya dengar juga menyebutkan terjadi pendarahan cukup banyak di kepala,” kata tetangga korban, Sri Suryani, Rabu (13/5/2026).

Kepergian Sanoeri meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Ia diketahui baru sekitar satu tahun berjualan tahu krispi di lokasi tersebut dan kini meninggalkan seorang istri serta anak kecil berusia sekitar empat tahun yang masih membutuhkan sosok ayah.

Jenazah korban telah dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, diiringi kesedihan keluarga dan warga yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, kecelakaan bermula ketika mobil MBG melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Nusantara menuju lokasi kejadian. Saat memasuki tikungan, kendaraan diduga hilang kendali lalu menghantam deretan pedagang kaki lima yang berada di pinggir jalan.

Salah satu saksi, Rudy, mengaku sudah merasa ngeri sejak melihat kendaraan tersebut melaju dari kejauhan.

“Mobilnya kencang banget dari arah Nusantara. Dari awal memang sudah kencang. Iya, saya lihat terus. Waktu mau sampai sini, sudah mengerikan, jadi saya lari,” ujarnya.

Menurut Rudy, mobil tersebut tidak hanya menabrak lapak tahu krispi milik Sanoeri, tetapi juga menghantam pedagang otak-otak dan ayam goreng yang berada di sekitar lokasi.

Akibat kejadian itu, dua orang mengalami luka serius. Salah satu korban bahkan diduga mengalami patah tulang dan luka di bagian wajah.

“Dua-duanya luka-luka. Yang satu parah banget, sepertinya ada yang patah tulang,” ucap Rudy.

Peristiwa ini memicu perhatian warga sekitar. Banyak yang mempertanyakan keselamatan operasional kendaraan program MBG di lapangan, terutama saat melintas di kawasan padat aktivitas masyarakat dan pedagang kecil.

Sementara itu, sopir dan kenek mobil MBG telah diamankan Unit Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian pengemudi saat berkendara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Bom Molotov di Sibolga Belum Terungkap, Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

19 Juli 2026 - 15:54 WIB

Hebat! Siswa Kelas 6 SD Asal Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA, Dapat Surat Apresiasi Resmi

18 Juli 2026 - 14:43 WIB

Kasasi Dikabulkan Sebagian, Hukuman Candra Irawan Dipangkas Jadi 18 Tahun Penjara dalam Kasus Sabu 15 Kilogram

14 Juli 2026 - 13:21 WIB

Usai Periksa Belasan Saksi, Polri Tetapkan DR dan FA sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026 - 18:11 WIB

Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Jadi Tersangka Kasus Kebakaran yang Tewaskan Santri

10 Juli 2026 - 12:26 WIB

Trending di Nasional