Jagatmediakertanegara, Palembang– Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari berbagai pelanggaran terus diperkuat. Hal itu terlihat dalam kegiatan ikrar zero halinar dan pemberantasan modus penipuan yang digelar di Aula Lameta, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Harimau Sumatera Bersatu (HSB). Ketua Umum HSB, H. Satria Amri Ramadhan, hadir langsung didampingi Ketua Harian DPP HSB, M. Reza Fajri, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan handphone ilegal, pungutan liar, narkoba, serta berbagai modus penipuan di lingkungan lapas.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kalapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) Indra Yudha beserta jajaran pejabat struktural.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda dan aparat penegak hukum, di antaranya perwakilan Brimob Polda Sumatera Selatan, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, Kapolsek Sako, Danramil Sako, sejumlah organisasi kemasyarakatan, serta insan media di Sumatera Selatan.
Dalam keterangannya kepada awak media, H. Satria Amri Ramadhan menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah tegas yang dilakukan Lapas Kelas I Palembang dalam membangun sistem pemasyarakatan yang berintegritas.
“Ikrar zero halinar ini merupakan langkah nyata dan komitmen bersama dalam menjaga integritas serta keamanan di lingkungan pemasyarakatan. HSB siap mendukung upaya aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait demi menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Menurutnya, komitmen bersama semacam ini bukan hanya penting bagi internal lembaga pemasyarakatan, tetapi juga memberi harapan bagi masyarakat bahwa upaya pemberantasan praktik-praktik ilegal di dalam lapas terus dijalankan secara serius.
Sementara itu, Kalapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih, menegaskan bahwa deklarasi dan ikrar tersebut menjadi bagian dari komitmen kuat jajaran lapas dalam menutup celah terjadinya pelanggaran serta memperkuat pengawasan internal.
Ia menekankan, pemberantasan halinar – handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba menjadi prioritas utama dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bersih dan profesional.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ditutup dengan pembacaan ikrar bersama serta penandatanganan komitmen zero halinar dan anti penipuan oleh seluruh pihak yang hadir.
Langkah ini menjadi pesan tegas bahwa pemberantasan pelanggaran di dalam lapas bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus dijaga bersama demi membangun kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan yang lebih baik.












