JAGATMEDIA, PALEMBANG – Komunitas Naga Selatan, yang saat ini merupakan komunitas binaan Yayasan Dharma Kertanegara Mandala, mulai mempersiapkan penguatan kelembagaan dan proses legalitas menuju organisasi kemasyarakatan (ormas).
Dalam tahapan persiapan tersebut, Galih Nugraha, S.Sos. dipercaya sebagai Ketua Karateker Persiapan Legalitas Naga Selatan. Mandat tersebut diberikan untuk mengawal proses konsolidasi, penataan struktur, administrasi, serta berbagai kebutuhan awal yang diperlukan sebelum Naga Selatan memasuki tahap kelembagaan definitif.
Galih menegaskan bahwa posisi Ketua Karateker bukan merupakan jabatan Ketua Umum. Perannya saat ini adalah memastikan proses persiapan organisasi berjalan tertib dan memiliki fondasi kelembagaan yang kuat.
“Saat ini Naga Selatan masih merupakan komunitas binaan Yayasan Dharma Kertanegara Mandala. Tugas saya sebagai Ketua Karateker adalah mempersiapkan fondasi organisasi dan mengawal proses legalitas. Saya tidak mengambil posisi Ketua Umum. Kepengurusan definitif akan ditentukan melalui mekanisme organisasi setelah seluruh tahapan persiapan selesai,” ujar Galih, Minggu (23/8/2026).
Mengusung Tujuh Nilai
Naga Selatan membawa semangat Nasional Gerakan Anak Bangsa yang berlandaskan tujuh nilai utama, yaitu Solidaritas, Edukasi, Lingkungan, Advokasi, Tangguh, Amanah, dan Nasionalisme.
Menurut Galih, ketujuh nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus menjadi dasar dalam membangun karakter komunitas dan nantinya organisasi.
“Kami ingin Naga Selatan tumbuh dari komunitas yang memiliki kepedulian menjadi organisasi yang memiliki tata kelola dan program yang jelas. Solidaritas, edukasi, lingkungan, advokasi, ketangguhan, amanah dan nasionalisme harus diwujudkan melalui kerja nyata,” katanya.
Ia menambahkan, proses menuju kelembagaan formal akan dilakukan secara bertahap dengan tetap menghormati posisi Yayasan Dharma Kertanegara Mandala sebagai pihak yang saat ini membina komunitas Naga Selatan.
Fokus pada Fondasi Organisasi
Galih menyatakan, tahap awal akan diarahkan pada konsolidasi anggota, penyusunan struktur, perumusan program, penataan administrasi, serta pemenuhan persyaratan kelembagaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak ingin terburu-buru mengejar bentuk formal tanpa membangun fondasi terlebih dahulu. Organisasi yang kuat harus memiliki nilai, struktur, tata kelola dan sumber daya manusia yang siap,” jelasnya.
Terkait siapa yang nantinya akan memimpin Naga Selatan secara definitif, Galih belum menyebutkan nama maupun susunan kepengurusan.
Menurutnya, persoalan tersebut akan disampaikan setelah proses persiapan dan mekanisme pembentukan organisasi selesai.
“Untuk saat ini kami fokus pada pekerjaan yang ada di depan mata. Soal kepengurusan definitif akan diumumkan pada waktunya sesuai mekanisme organisasi. Yang terpenting sekarang adalah memastikan Naga Selatan memiliki fondasi yang baik,” tegasnya.
Galih juga menekankan bahwa proses pembentukan Naga Selatan harus dibangun secara kolektif dan tidak berorientasi pada kepentingan pribadi.
“Naga Selatan bukan milik satu orang. Ini adalah komunitas yang dibina dan dikembangkan bersama. Kalau nantinya menjadi organisasi, semangat kolektif, amanah dan nasionalisme harus tetap menjadi ruhnya,” pungkas Galih.
Dengan proses penguatan kelembagaan tersebut, Naga Selatan diharapkan dapat berkembang dari komunitas binaan menjadi organisasi yang memiliki struktur, legalitas, program sosial, serta kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak April 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






