Jagatmedia, PALEMBANG – Dugaan aksi bullying yang terjadi di lingkungan SD Negeri 81 Palembang mendapat perhatian serius dari Panglima Bung Baja Sriwijaya, Syamsul Efendi, SE.
Ia mengecam keras segala bentuk perundungan terhadap peserta didik dan meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Syamsul Efendi menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan membentuk karakter, bukan menjadi ruang terjadinya intimidasi maupun tindakan perundungan.
“Kami mengecam keras segala bentuk bullying terhadap anak-anak. Pengawasan terhadap peserta didik harus diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tegas Syamsul Efendi, SE.
Menurutnya, persoalan bullying tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, tindakan tersebut berpotensi memberikan dampak serius terhadap korban, baik secara psikologis maupun terhadap proses belajar dan perkembangan anak.
Bung Baja Sriwijaya juga meminta pihak sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta dinas terkait untuk mengambil langkah nyata dalam mencegah dan menangani dugaan bullying.
Pengawasan di lingkungan sekolah dinilai perlu dilakukan secara lebih maksimal, termasuk saat jam istirahat dan pada area yang minim pengawasan.
“Anak-anak harus mendapatkan rasa aman di lingkungan sekolah. Jangan sampai sekolah justru menjadi tempat yang membuat peserta didik merasa takut,” lanjutnya.
Pihaknya berharap dugaan kejadian tersebut dapat ditelusuri secara objektif dan transparan dengan tetap memperhatikan perlindungan serta kepentingan terbaik bagi anak.
Bung Baja Sriwijaya menegaskan, pencegahan bullying merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Sejak April 2026, menjadi bagian dari Jagat Media. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.











