JAGATMEDIA, MURATARA – Karnaval memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Maur, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), berlangsung meriah dengan beragam penampilan kreatif. Salah satu yang mencuri perhatian adalah aksi ibu-ibu Desa Maur Baru yang tampil dengan kostum menyerupai sosok legendaris Mak Lampir.
Mengenakan pakaian serba hitam, rambut panjang terurai, wajah bernuansa hijau, serta membawa sapu lidi, rombongan tersebut tampil kompak mengikuti arak-arakan karnaval.
Tak hanya mengenakan kostum unik, mereka juga memperagakan tawa khas Mak Lampir yang mengundang perhatian warga di sepanjang jalur parade.
Aksi tersebut memancing beragam reaksi penonton. Sejumlah warga tertawa dan memberikan tepuk tangan, sementara beberapa anak-anak terlihat ketakutan melihat penampilan rombongan ibu-ibu tersebut.
Namun, di balik penampilan yang terkesan menyeramkan dan menghibur itu, terselip pesan sosial mengenai kondisi perekonomian masyarakat.
Salah seorang warga setempat, Jamal, mengatakan pemilihan karakter Mak Lampir bukan semata-mata untuk menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk penyampaian keresahan warga terhadap kondisi ekonomi saat ini.
“Munculnya kostum Mak Lampir ini merupakan bentuk keprihatinan warga terhadap situasi perekonomian yang sedang sulit saat ini,” ujar Jamal.
Kreativitas ibu-ibu Desa Maur Baru pun menjadi salah satu warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Muratara.
Melalui kostum unik dan aksi humor yang mereka tampilkan, para peserta tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menyampaikan pesan sosial dengan cara kreatif.
Karnaval tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan, mempererat kebersamaan, serta menyampaikan aspirasi dan keresahan melalui kreativitas.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Lubuk Linggau dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.







