Menu

Mode Gelap
Sriwijaya Fight Kembali Digelar, ICC Jadi Dewan Juri Ajang Bergengsi Boxing di Palembang YBH Sumsel Berkeadilan DPC Kota Palembang Gelar Capacity Building, Perkuat Komitmen Bantuan Hukum Gratis untuk Masyarakat Dugaan Kedekatan Oknum Anggota DPRD Sumsel dengan Tersangka Korupsi KUR Bank Sumsel Babel Jadi Sorotan Lawan Penipuan dari Balik Jeruji, HSB Dukung Ikrar Zero Halinar di Palembang Aparat Gabungan Razia Peredaran Tuak di Bawah Jembatan Ampera, Lima Jeriken Diamankan Modus Pakai KTP dan KK Warga, Kejati Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Baru

Sumsel

Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti

badge-check


					Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti Perbesar

Jagatmediakertanegara, Palembang – Dewan Penasihat Himpunan Keluarga Beti (HKB), Dr. Dra. Hj. Husniyati Bastary, B.Sc., M.Kes. menyampaikan harapan sekaligus catatan kritis terhadap perjalanan organisasi HKB agar ke depan mampu tumbuh lebih aktif, terarah, dan memberi kontribusi nyata bagi pelestarian budaya Beti di Sumatera Selatan.

Dalam wawancara pada Minggu (12/4/2026), ia menegaskan bahwa Himpunan Keluarga Beti (HKB) harus terus bergerak maju dan tidak stagnan. Ia mendorong pembentukan kepengurusan di tingkat daerah sebagai langkah strategis memperluas jangkauan organisasi.

img width="300" height="600" src=" "

“Tentunya inshaa Allah HKB terus berkembang, jangan jalan di tempat dan membentuk perwakilan di kab/kota, walaupun anggotanya sedikit,” ungkapnya.

Namun di sisi lain, ia secara terbuka menilai peran Himpunan Keluarga Beti (HKB) saat ini belum terlihat signifikan.

“Selama ini peran HKB belum signifikan dirasakan dampaknya dikarenakan kegiatan selama ini hanya arisan-arisan saja” ujarnya.

Ia pun menekankan pentingnya menghadirkan program-program yang lebih konkret dan berdampak. Menurutnya, HKB perlu menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai sosial, budaya, dan penghargaan terhadap tokoh-tokoh Beti.

“Jika di Palembang ini belum ada gebrakan, kunjungan ke kiai asal Beti, pemberian penghargaan atau sejenisnya,” tambahnya.

Lebih jauh, ia melihat potensi besar budaya Beti yang belum dimaksimalkan, khususnya dalam bidang kesenian. Ia menyarankan agar setiap kegiatan HKB dapat menampilkan identitas budaya lokal seperti rebana atau hadroh.

“Padahal budaya yang ada di Palembang ini kesenian dalam rebana atau hadroh sehingga setiap pertemuan bisa ditampilkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar HKB mulai menghidupkan agenda-agenda berbasis tradisi keagamaan yang dapat memperkuat kebersamaan anggota sekaligus menjaga nilai-nilai budaya.

“Kalau bisa mudik dalam rangka Maulid, Mikraj, Tahun Baru Islam, Asyuro,” tuturnya.

Melalui berbagai pandangan tersebut, ia berharap HKB mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih dinamis, tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai motor penggerak pelestarian budaya Beti yang berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sriwijaya Fight Kembali Digelar, ICC Jadi Dewan Juri Ajang Bergengsi Boxing di Palembang

10 Mei 2026 - 17:44 WIB

YBH Sumsel Berkeadilan DPC Kota Palembang Gelar Capacity Building, Perkuat Komitmen Bantuan Hukum Gratis untuk Masyarakat

10 Mei 2026 - 12:39 WIB

Dugaan Kedekatan Oknum Anggota DPRD Sumsel dengan Tersangka Korupsi KUR Bank Sumsel Babel Jadi Sorotan

8 Mei 2026 - 11:58 WIB

Lawan Penipuan dari Balik Jeruji, HSB Dukung Ikrar Zero Halinar di Palembang

8 Mei 2026 - 11:36 WIB

Aparat Gabungan Razia Peredaran Tuak di Bawah Jembatan Ampera, Lima Jeriken Diamankan

7 Mei 2026 - 21:22 WIB

Trending di Sumsel