Menu

Mode Gelap
Apel Kamtibmas, Polsek Ilir Timur II Gandeng Ormas Antisipasi Konvoi dan Balap Liar Mahasiswi 21 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel, Diduga Dicekoki Ekstasi Saat Karaoke di PIK Guru Madrasah dan Persoalan Kesejahteraan, Honor Disebut Hanya Rp50 Ribu per Bulan M Hidayat Kembali Pimpin Perbasi Sumsel, Pembinaan Atlet Muda Jadi Fokus Lima Tahun ke Depan Diduga KPPG Sengaja Bungkam Terkait Upaya Konfirmasi Awak Media Terkait SPPG Tangga Takat SMA Negeri 1 Woyla Barat Jalin MoU dengan SMK Sultan Ahmad Kuala Terengganu Malaysia

Sumsel

Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti

badge-check


					Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti Perbesar

Jagatmediakertanegara, Palembang – Dewan Penasihat Himpunan Keluarga Beti (HKB), Dr. Dra. Hj. Husniyati Bastary, B.Sc., M.Kes. menyampaikan harapan sekaligus catatan kritis terhadap perjalanan organisasi HKB agar ke depan mampu tumbuh lebih aktif, terarah, dan memberi kontribusi nyata bagi pelestarian budaya Beti di Sumatera Selatan.

Dalam wawancara pada Minggu (12/4/2026), ia menegaskan bahwa Himpunan Keluarga Beti (HKB) harus terus bergerak maju dan tidak stagnan. Ia mendorong pembentukan kepengurusan di tingkat daerah sebagai langkah strategis memperluas jangkauan organisasi.

“Tentunya inshaa Allah HKB terus berkembang, jangan jalan di tempat dan membentuk perwakilan di kab/kota, walaupun anggotanya sedikit,” ungkapnya.

Namun di sisi lain, ia secara terbuka menilai peran Himpunan Keluarga Beti (HKB) saat ini belum terlihat signifikan.

“Selama ini peran HKB belum signifikan dirasakan dampaknya dikarenakan kegiatan selama ini hanya arisan-arisan saja” ujarnya.

Ia pun menekankan pentingnya menghadirkan program-program yang lebih konkret dan berdampak. Menurutnya, HKB perlu menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai sosial, budaya, dan penghargaan terhadap tokoh-tokoh Beti.

“Jika di Palembang ini belum ada gebrakan, kunjungan ke kiai asal Beti, pemberian penghargaan atau sejenisnya,” tambahnya.

Lebih jauh, ia melihat potensi besar budaya Beti yang belum dimaksimalkan, khususnya dalam bidang kesenian. Ia menyarankan agar setiap kegiatan HKB dapat menampilkan identitas budaya lokal seperti rebana atau hadroh.

“Padahal budaya yang ada di Palembang ini kesenian dalam rebana atau hadroh sehingga setiap pertemuan bisa ditampilkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar HKB mulai menghidupkan agenda-agenda berbasis tradisi keagamaan yang dapat memperkuat kebersamaan anggota sekaligus menjaga nilai-nilai budaya.

“Kalau bisa mudik dalam rangka Maulid, Mikraj, Tahun Baru Islam, Asyuro,” tuturnya.

Melalui berbagai pandangan tersebut, ia berharap HKB mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih dinamis, tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai motor penggerak pelestarian budaya Beti yang berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Penelantaran Dalam Rumah Tangga Dilaporkan ke Polrestabes Palembang, Polisi Lakukan Penyelidikan

21 Agustus 2026 - 01:45 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Warga Perumahan Liverpool 1 Gelar Beragam Lomba dan Doorprize Meriah

17 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Panglima Bung Baja Sriwijaya Sumsel Kecam Keras Dugaan Aksi Bullying di SD Negeri 81 Palembang, Pengawasan Siswa Diminta Diperketat

11 Agustus 2026 - 22:08 WIB

PDIP Minta Data Kader yang Terlibat Program MBG, Surati Kepala BGN

1 Juli 2026 - 09:49 WIB

Terdakwa Korupsi Pengadaan APAR Karhutla di Muratara Titipkan Uang Pengganti Rp348,5 Juta

24 Juni 2026 - 22:05 WIB

Trending di Sumsel