JAGATMEDIA, BANYUASIN – Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, menghadiri penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpusat Pelatihan Driver dan Operator Kendaraan Pemadam Kebakaran Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Yonarhanud 12/Satria Bhuana Perkasa (SBP), Kabupaten Banyuasin, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, dan diikuti personel dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kesiapan personel dalam mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi di wilayah Sumsel dan Babel.
Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya memberikan apresiasi kepada para instruktur, panitia, dan peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat dan dedikasi. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara maksimal saat bertugas di lapangan.
Materi yang diberikan meliputi teori dasar, simulasi berkendara dalam kondisi darurat, pengoperasian sistem pompa pemadam kebakaran, hingga manajemen keselamatan kerja.
Pangdam juga mengingatkan pentingnya menjaga kemampuan teknis personel, merawat kendaraan operasional, mengutamakan faktor keselamatan, serta memperkuat koordinasi dan kerja sama tim dalam menghadapi situasi darurat, khususnya saat penanganan Karhutla.
Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menilai pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel di lapangan. Kita semua berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di satuan masing-masing sehingga mampu mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara optimal,” ujar Danrem.
Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang terlatih, disiplin, dan mampu bekerja sama secara efektif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kodam II/Sriwijaya dalam memperkuat kapasitas personel guna menghadapi ancaman Karhutla sekaligus memberikan perlindungan yang maksimal bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. :::












