Menu

Mode Gelap
Danrem 044/Gapo Hadiri Penutupan Pelatihan Driver dan Operator Kendaraan Pemadam Kebakaran Aktivitas Gudang Penampungan CPO di Lubuk Karet Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Kejelasan Legalitas Pelanggan MyRepublic di Perumahan Liverpool 1 Keluhkan Lambatnya Penanganan Gangguan Internet KPK Buka Suara Terkait OTT Di Kabupaten Muara Enim Saat Korupsi Menjadi Budaya yang Sulit Diberantas: Mampukah Program Makan Bergizi Gratis Menumbuhkan Kepercayaan Publik? Ditresnarkoba Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba dari 25 Kasus

Sumsel

Budayawan Sumsel Soroti Pria Pakai Gandik di Ramadhan Run Palembang

badge-check


					Budayawan Sumsel Soroti Pria Pakai Gandik di Ramadhan Run Palembang Perbesar

Jagatmediakertanegara, Palembang – Penggunaan atribut adat oleh peserta laki-laki dalam kegiatan Ramadhan Run 2026 di Kota Palembang menuai sorotan. Sejumlah peserta terlihat mengenakan gandik, yang dikenal sebagai penutup kepala dalam busana adat perempuan Palembang.

Kegiatan yang digelar pada malam 14 Maret 2026 di rumah dinas Wali Kota Palembang tersebut turut dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Wakil Wali Kota Prima Salam, serta Kapolrestabes Palembang KBP Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H.

Sorotan datang dari budayawan Sumatera Selatan, Vebri Alintani. Ia menilai perlu adanya edukasi terkait penggunaan atribut adat, khususnya gandik, agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemakaiannya.

“Gandik itu penutup kepala untuk perempuan, biasanya dikenakan oleh wanita, untuk laki-laki penutup kepala adalah tanjak,” ujar Vebri.

Menurutnya, pengetahuan mengenai perbedaan antara gandik dan tanjak sebenarnya sudah cukup umum di masyarakat, terutama bagi warga Palembang.

Jagatmediakertanegara

Peserta Laki-laki Ramadhan Run menggunakan gandik

“Sebenarnya pengetahuan tentang gandik dan tanjak sudah sangat umum, rata-rata orang Palembang harusnya tau bahwa gandik pemakaian perempuan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa secara visual, ornamen pada gandik jelas diperuntukkan bagi perempuan.

“Ornamennya itu jelas, hiasannya itu bukan untuk laki-laki, tapi untuk hiasan perempuan,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Vebri berharap pihak terkait dapat memberikan permintaan maaf kepada publik, agar menjadi pembelajaran bersama.

“Mereka harus meminta maaf kepada publik ini juga bertujuan agar yang lain paham,” ujarnya.

(*red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aktivitas Gudang Penampungan CPO di Lubuk Karet Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Kejelasan Legalitas

10 Juni 2026 - 21:39 WIB

Pelanggan MyRepublic di Perumahan Liverpool 1 Keluhkan Lambatnya Penanganan Gangguan Internet

10 Juni 2026 - 21:34 WIB

Foto Wakil Wali Kota Palembang Dirawat Beredar, Publik Menunggu Penjelasan Resmi

8 Juni 2026 - 23:24 WIB

KPK OTT Bupati Muara Enim, 10 Orang Diamankan di Jakarta dan Sumsel

8 Juni 2026 - 17:55 WIB

Sempat Menjadi Sorotan Publik, Perselisihan Junaidi dan Sopir Berakhir Damai Melalui Jalur Kekeluargaan

8 Juni 2026 - 16:36 WIB

Trending di Nasional