Jagatmediakertanegara, Palembang – Penggunaan atribut adat oleh peserta laki-laki dalam kegiatan Ramadhan Run 2026 di Kota Palembang menuai sorotan. Sejumlah peserta terlihat mengenakan gandik, yang dikenal sebagai penutup kepala dalam busana adat perempuan Palembang.
Kegiatan yang digelar pada malam 14 Maret 2026 di rumah dinas Wali Kota Palembang tersebut turut dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Wakil Wali Kota Prima Salam, serta Kapolrestabes Palembang KBP Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H.

Sorotan datang dari budayawan Sumatera Selatan, Vebri Alintani. Ia menilai perlu adanya edukasi terkait penggunaan atribut adat, khususnya gandik, agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemakaiannya.
“Gandik itu penutup kepala untuk perempuan, biasanya dikenakan oleh wanita, untuk laki-laki penutup kepala adalah tanjak,” ujar Vebri.
Menurutnya, pengetahuan mengenai perbedaan antara gandik dan tanjak sebenarnya sudah cukup umum di masyarakat, terutama bagi warga Palembang.

Peserta Laki-laki Ramadhan Run menggunakan gandik
“Sebenarnya pengetahuan tentang gandik dan tanjak sudah sangat umum, rata-rata orang Palembang harusnya tau bahwa gandik pemakaian perempuan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa secara visual, ornamen pada gandik jelas diperuntukkan bagi perempuan.
“Ornamennya itu jelas, hiasannya itu bukan untuk laki-laki, tapi untuk hiasan perempuan,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Vebri berharap pihak terkait dapat memberikan permintaan maaf kepada publik, agar menjadi pembelajaran bersama.
“Mereka harus meminta maaf kepada publik ini juga bertujuan agar yang lain paham,” ujarnya.
(*red)










