Jagatmediakertanegara, Ogan Ilir – Kecelakaan maut tabrak lari mengguncang ruas Tol Indralaya–Palembang KM 03.00 Jalur Bandung, tepatnya di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 02.35 WIB.
Insiden tragis yang terjadi saat dini hari itu merenggut tiga nyawa sekaligus dan kini menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.
Polres Ogan Ilir melalui Satuan Lalu Lintas bergerak cepat melakukan penanganan usai menerima laporan kecelakaan tersebut.
Peristiwa nahas ini melibatkan satu unit kendaraan Isuzu Traga pick up bernomor polisi BG 8059 TH yang dikemudikan M (36), bersama dua penumpang masing-masing berinisial R (33) dan RI (37).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, kendaraan yang ditumpangi para korban diduga menghantam bagian belakang kendaraan lain yang hingga kini belum teridentifikasi.
Mirisnya, kendaraan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan itu langsung melarikan diri dari lokasi tanpa memberikan pertolongan.
Akibat benturan keras tersebut, pengemudi dan dua penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara kendaraan korban mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian material mencapai Rp25 juta.
Ps. Kasat Lantas Polres Ogan Ilir IPTU Dede Supria Yovi, S.H., M.Si., mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan evakuasi korban serta mengamankan lokasi.
“Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP. Saat ini kami juga melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi kendaraan yang melarikan diri melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi,” ujarnya.
Saat ini, penyidik terus memburu kendaraan misterius yang diduga terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.
Pengejaran dilakukan melalui koordinasi intensif bersama pengelola jalan tol serta pihak terkait lainnya untuk menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan kasus ini menjadi atensi khusus.
“Kami memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara maksimal untuk mengungkap identitas kendaraan yang melarikan diri dan memberikan kepastian hukum bagi para korban,” tegasnya.
Kasus tabrak lari ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal di jalur tol saat dini hari, waktu yang dikenal rawan akibat minimnya visibilitas dan tingginya kecepatan kendaraan.
Polda Sumatera Selatan pun mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih waspada saat berkendara, terutama pada jam-jam rawan.
Masyarakat juga diminta segera melapor jika mengetahui informasi terkait kendaraan yang terlibat melalui layanan darurat Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.
Saat ini, kendaraan korban telah diamankan di Mapolres Ogan Ilir untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini hingga pelaku tabrak lari berhasil ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.












