Jagatmediakertanegara, Palembang – Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah dan instruksi Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, terkait pelarangan angkutan batu bara melintas di jalan umum di wilayah Sumsel.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumsel H. Fauzi Amro melalui Wakil Ketua I, RM. H. Ari Maulana. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah rasional demi menjaga infrastruktur jalan yang selama ini terus mengalami tekanan akibat aktivitas angkutan batu bara bertonase besar.
“Pembangunan dan perbaikan jalan di Provinsi Sumatera Selatan bukanlah proses yang mudah. Menghadirkan anggaran pembangunan melalui APBN maupun APBD membutuhkan proses panjang, kompleks, bahkan bisa dikatakan sangat berat di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah saat ini,” ujar Ari Maulana.
Ia menegaskan, tidak rasional apabila anggaran negara dan daerah terus-menerus terkuras hanya untuk memperbaiki kerusakan jalan yang disebabkan oleh kombinasi faktor pemakaian, kondisi alam, tonase kendaraan yang berlebih, serta aktivitas angkutan batu bara yang berlangsung setiap tahun.
Menurutnya, masih banyak sektor lain yang membutuhkan perhatian serius pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, pemberdayaan pemuda, hingga pembangunan ekonomi masyarakat.
“Jalan yang tidak dilalui angkutan batu bara saja masih banyak yang harus diprioritaskan untuk dibangun dan diperbaiki. Merusak itu mudah dan cepat, tetapi membangunnya membutuhkan waktu lama. Kita bisa melihat contoh kerusakan infrastruktur seperti jembatan di Lahat dan Musi Banyuasin,” katanya.
Pemuda Pancasila Sumsel juga menilai anggapan yang menyebut Instruksi Gubernur Sumsel Nomor 500.11/004/Instruksi/Dishub/2025 sebagai kepentingan politis untuk meraih simpati masyarakat merupakan asumsi yang keliru dan tidak memahami persoalan secara menyeluruh.
“Ini bukan soal pencitraan atau kepentingan politik. Kami yang tinggal di Sumatera Selatan merasakan langsung dampak kerusakan jalan akibat angkutan batu bara di jalan umum,” tegas Ari.
Lebih lanjut, MPW Pemuda Pancasila Sumsel mempertanyakan secara rasional alasan penggunaan jalan umum apabila pengangkutan batu bara memang dianggap mendesak untuk kepentingan pasokan nasional.
“Jika memang untuk kepentingan strategis nasional, mengapa tidak dioptimalkan melalui moda angkutan kereta api atau pembangunan jalur khusus batu bara? Secara umum, pengangkutan batu bara dalam skala besar jauh lebih efisien menggunakan kereta api dibandingkan truk yang melintasi jalan umum,” ujarnya.
Pemuda Pancasila Sumsel berharap seluruh pihak dapat melihat persoalan ini secara objektif dan mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas serta keberlanjutan infrastruktur daerah.












