Menu ✖

Mode Gelap
Istiqomah Kawal Ulama, Forum Cakar Sriwijaya Jaga Keamanan Dan Kondusivitas Maulid Hingga Selesai Treatrikal perjuangan pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien memukau ribuan penonton dalam HUT ke-438 Kota Meulaboh Ketua PD IWO Aceh Barat Apresiasi Kemeriahaan HUT Meulaboh Ke-438 Jep Kupi Khop Semarakkan Hut Kota Meulaboh ke- 438 Irsan Syahputra Resmi Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Gampong Gampa Periode 2026-2030 Polsek Ilir Timur II Gelar Bakti Kebersihan, Libatkan Tiga Organisasi Kemasyarakatan

Sumsel

Keluhan Makanan MBG Diduga Berbau Muncul di Gandus, Warga Desak Evaluasi Distribusi dan Pengawasan

badge-check


					Keluhan Makanan MBG Diduga Berbau Muncul di Gandus, Warga Desak Evaluasi Distribusi dan Pengawasan Perbesar

JAGATMEDIA, PALEMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan dari sejumlah penerima manfaat di Posyandu Cemara, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Warga mengeluhkan menu ayam goreng tepung yang dibagikan pada Sabtu (30/5/2026).

Karena diduga mengeluarkan aroma tidak sedap saat akan dikonsumsi,
Informasi tersebut beredar di tengah masyarakat dan memunculkan pertanyaan mengenai kualitas makanan yang didistribusikan dalam program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan tersebut.

Salah seorang penerima manfaat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menemukan aroma tidak biasa dari menu ayam goreng yang diterimanya.

“Kami khawatir mengonsumsinya karena baunya tidak sedap. Padahal makanan ini diperuntukkan bagi anak-anak dan ibu-ibu,” ujarnya kepada wartawan.

Laporan serupa kemudian diterima pengelola Posyandu Cemara. Ketua Posyandu Cemara 36 Ilir, Lisna Susanti, membenarkan adanya keluhan dari sejumlah warga terkait kualitas makanan yang dibagikan.

“Benar, kami menerima laporan dari warga mengenai menu ayam goreng yang dikeluhkan berbau tidak sedap, namun dari 193 makanan yang di bagikan hanya 3 yang kurang layak,” katanya.

Klarifikasi dari Pihak Pemerintah Melalui Kelurahan

Menanggapi laporan tersebut, Lurah 36 Ilir, MGS A. Bar, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak merespon sama sekali awak media.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak kesehatan yang dapat memastikan penyebab munculnya aroma yang dikeluhkan warga.

IKSOWDUS Minta Evaluasi Menyeluruh

Keluhan tersebut juga mendapat perhatian dari Ikatan Solidaritas Warga Gandus (IKSOWDUS). Ketua IKSOWDUS, Julianto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai sekitar 14 penerima manfaat yang diduga menerima menu ayam goreng dengan kondisi serupa.

Menurut Julianto, persoalan tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi agar kualitas pelayanan dalam Program MBG tetap terjaga.

“Program MBG merupakan program yang sangat baik dan harus didukung bersama. Namun kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian utama agar tujuan program dapat tercapai,” ujarnya.

Ia menilai evaluasi tidak hanya dilakukan pada produk akhir, tetapi juga mencakup seluruh rantai distribusi, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga mekanisme distribusi kepada penerima manfaat.

Klarifikasi Penyedia Makanan

Dari pihak penyedia makanan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Anyar 3 memberikan penjelasan setelah menerima laporan masyarakat.
Asisten Lapangan SPPG Karang Anyar 3, Dikky, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan terhadap makanan yang dipermasalahkan.

Berdasarkan data internal, jumlah laporan yang diterima relatif kecil dibandingkan total paket yang didistribusikan.

“Dari total 193 penerima manfaat, laporan yang kami terima berkisar tiga paket makanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa makanan didistribusikan sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan laporan diterima sekitar pukul 12.00 WIB. Menurutnya, dalam standar operasional prosedur (SOP), makanan dianjurkan segera dikonsumsi setelah diterima.

“Dari hasil pengecekan awal, terdapat kemungkinan jeda waktu konsumsi setelah makanan dibagikan,” jelasnya.

Meski demikian, pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penerima manfaat dan berjanji melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan distribusi makanan di lapangan.

Menunggu Hasil Pemeriksaan Resmi
Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut program pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat hasil laboratorium maupun keterangan resmi dari otoritas kesehatan yang dapat memastikan apakah aroma yang dikeluhkan warga disebabkan oleh faktor kualitas bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, atau faktor lainnya.

Oleh karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan melakukan investigasi dan evaluasi secara menyeluruh guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.

Warga berharap hasil pemeriksaan dapat segera diumumkan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat dan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan program ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Penelantaran Dalam Rumah Tangga Dilaporkan ke Polrestabes Palembang, Polisi Lakukan Penyelidikan

21 Agustus 2026 - 01:45 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Warga Perumahan Liverpool 1 Gelar Beragam Lomba dan Doorprize Meriah

17 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Panglima Bung Baja Sriwijaya Sumsel Kecam Keras Dugaan Aksi Bullying di SD Negeri 81 Palembang, Pengawasan Siswa Diminta Diperketat

11 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Terdakwa Korupsi Pengadaan APAR Karhutla di Muratara Titipkan Uang Pengganti Rp348,5 Juta

24 Juni 2026 - 22:05 WIB

Petani di Musi Rawas Diserang Beruang Saat Hendak ke Kebun, Alami Luka Serius

24 Juni 2026 - 20:14 WIB

Trending di Sumsel