Menu

Mode Gelap
Diduga Kebal Hukum! Gudang BBM Ilegal di Ogan Ilir Beroperasi Terang-terangan, Aparat Diminta Bertindak Tegas Bayar Rp110 Ribu, Peserta Lain Rp55 Ribu, Pedagang Soroti Tarif Tenan CFN Atmo Jokowi Titip Pesan Kawal Prabowo-Gibran, PDIP Tegaskan Prioritas Saat Ini Bukan Pemilu Satresnarkoba Polres Aceh Berhasil Mengamankan Staf Protokoler Bupati Aceh Barat Dugaan Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu-Sabu Kapolri Buka Suara Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: Semua Sesuai Prosedur Hukum Polres Musi Rawas Ringkus Pengedar Ekstasi di Acara Hajatan Desa Durian Remuk

Nasional

BGN Bantah Tuduhan Program MBG Beri Keuntungan untuk Presiden, Sebut Informasi yang Beredar Hoaks

badge-check


					BGN Bantah Tuduhan Program MBG Beri Keuntungan untuk Presiden, Sebut Informasi yang Beredar Hoaks Perbesar

JAGATMEDIA, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah tegas informasi yang beredar di media sosial terkait tuduhan adanya pembagian keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

BGN menegaskan narasi tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks yang tidak memiliki dasar fakta serta berpotensi menyesatkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Kepala BGN, Nanik S. Deyang, memastikan informasi yang menyebut mantan pejabat BGN menuding adanya aliran keuntungan program MBG kepada Presiden tidak pernah disampaikan oleh pihak resmi lembaga.

Menurut Nanik, narasi yang beredar bukan berasal dari saluran komunikasi resmi BGN dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Saya menegaskan narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar,” ujar Nanik, dikutip dari Antara, Minggu (14/6/2026).

Ia menilai penyebaran informasi yang mencatut nama pejabat publik kerap digunakan untuk membangun opini yang menyesatkan dan memancing reaksi masyarakat tanpa didukung fakta yang jelas.

Karena itu, BGN mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan.

Menurut Nanik, budaya verifikasi informasi sangat penting untuk mencegah penyebaran berita bohong yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ucapnya.

BGN juga menegaskan bahwa seluruh informasi dan pernyataan resmi lembaga hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah ditetapkan secara resmi.

Lebih lanjut, Nanik mengingatkan bahwa maraknya informasi yang tidak terverifikasi dapat menurunkan kualitas diskusi publik serta menimbulkan keresahan di masyarakat.

Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media digital dengan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah,” tutup Nanik.

BGN menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah, sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolri Buka Suara Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: Semua Sesuai Prosedur Hukum

20 Juni 2026 - 20:05 WIB

Kejagung Tangkap Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

20 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tanggapi Kasus Ijazah, Jokowi Siap Hadir di Pengadilan dan Tunjukkan Dokumen Asli

19 Juni 2026 - 15:46 WIB

Dewan Pers Perkuat Ekosistem Media, Ratusan Pengaduan Masuk dan Verifikasi Pers Terus Digenjot

16 Juni 2026 - 15:02 WIB

Reklame Diduga Memakan Badan Jalan di Palembang, Ketegasan Pemkot Dipertanyakan

15 Juni 2026 - 21:49 WIB

Trending di Nasional