Menu

Mode Gelap
Foto di Tikungan Maut Sitinjau Lauik, Komisaris Pusri Disorot: Siapa yang Perintahkan Berhenti? Tantangan Teknis Jadi Sorotan, KSP Akui Kendala Pemerintahan Prabowo di Bidang Teknokrasi Halal Bihalal HKB Sukses Digelar, Tokoh Pemuda Sumsel Soroti Pentingnya Regenerasi HKB Sumsel Gelar Halal Bihalal Akbar, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti Malpraktik Tak Harus Ada Korban, Raden Ayu Widya Sari Tegaskan Pelanggaran Wilayah Bisa Dipidana

Nasional

UMKM Terpinggirkan? Marwan Jafar Dorong BI Ubah Arah Kredit Perbankan

badge-check


					UMKM Terpinggirkan? Marwan Jafar Dorong BI Ubah Arah Kredit Perbankan Perbesar

Jagatmediakertanegara, Jakarta Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar, mendesak Bank Indonesia (BI) agar lebih aktif mengarahkan perbankan nasional untuk memprioritaskan pembiayaan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekspor.

Menurutnya, peran strategis BI sebagai otoritas makroprudensial sangat dibutuhkan untuk mengoreksi kecenderungan bank yang selama ini lebih nyaman menyalurkan kredit ke korporasi besar.

img width="300" height="600" src=" "

Marwan menyoroti data kinerja perbankan sepanjang 2025 hingga triwulan pertama 2026 yang menunjukkan tren kurang menggembirakan di sektor kerakyatan. Ia mengungkapkan, penyaluran kredit ke UMKM dan koperasi justru menurun dari Rp79 triliun menjadi Rp76 triliun.

“Sebagai otoritas yang mengomandoi sektor perbankan, BI seharusnya bisa mendorong bank negara maupun swasta agar tidak hanya fokus pada korporasi besar. Penurunan kredit UMKM ini perlu dijelaskan secara terbuka dan transparan kepada publik, jangan hanya disajikan dalam grafik yang sulit dipahami masyarakat,” ujar Marwan Jafar di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Legislator asal Jawa Tengah ini menegaskan bahwa penguatan sektor riil menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia menilai, peran BI tidak hanya terbatas pada menjaga nilai tukar, inflasi, dan cadangan devisa, tetapi juga harus berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Marwan juga menyoroti anggaran pengembangan UMKM di BI yang realisasinya belum optimal.

Selain itu, ia turut menyinggung kinerja devisa negara. Meski kondisi ekspor-impor masih relatif stabil, Marwan meminta BI memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait proyeksi ekonomi 2026 yang dinilai cenderung melambat. Hal ini penting agar pelaku usaha memiliki kepastian dalam menyusun strategi ke depan.

“BI harus lebih serius mendorong perbankan agar berpihak pada UMKM dan eksportir. Penyaluran kredit ke sektor produktif ini sangat penting untuk memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga daya tahan ekonomi nasional secara menyeluruh,” ujarnya.

Marwan berharap BI tidak hanya fokus pada stabilitas moneter secara teoritis, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi kendala pembiayaan yang dihadapi pelaku usaha kecil.

“Langkah konkret BI dalam mendorong perbankan diharapkan mampu membalikkan tren penurunan kredit UMKM menjadi pertumbuhan yang positif di sisa tahun 2026,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Foto di Tikungan Maut Sitinjau Lauik, Komisaris Pusri Disorot: Siapa yang Perintahkan Berhenti?

17 April 2026 - 10:04 WIB

Tantangan Teknis Jadi Sorotan, KSP Akui Kendala Pemerintahan Prabowo di Bidang Teknokrasi

13 April 2026 - 17:07 WIB

Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti

12 April 2026 - 19:48 WIB

Kejati Sumsel Tahan 5 Tersangka Kasus Kredit Bank, 3 Lainnya Belum Ditahan

8 April 2026 - 13:03 WIB

Bro Ron Seret Eks Rekan ke Polisi, Dugaan Penggelapan Rp3,6 M di Sabat Law Firm Terkuak

8 April 2026 - 01:50 WIB

Trending di Hukum