Menu

Mode Gelap
Apel Kamtibmas, Polsek Ilir Timur II Gandeng Ormas Antisipasi Konvoi dan Balap Liar Mahasiswi 21 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel, Diduga Dicekoki Ekstasi Saat Karaoke di PIK Guru Madrasah dan Persoalan Kesejahteraan, Honor Disebut Hanya Rp50 Ribu per Bulan M Hidayat Kembali Pimpin Perbasi Sumsel, Pembinaan Atlet Muda Jadi Fokus Lima Tahun ke Depan Diduga KPPG Sengaja Bungkam Terkait Upaya Konfirmasi Awak Media Terkait SPPG Tangga Takat SMA Negeri 1 Woyla Barat Jalin MoU dengan SMK Sultan Ahmad Kuala Terengganu Malaysia

Nasional

Tantangan Teknis Jadi Sorotan, KSP Akui Kendala Pemerintahan Prabowo di Bidang Teknokrasi

badge-check


					Tantangan Teknis Jadi Sorotan, KSP Akui Kendala Pemerintahan Prabowo di Bidang Teknokrasi Perbesar

Jagatmediakertanegara, Jakarta — Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari, mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi pemerintahan Prabowo Subianto saat ini terletak pada aspek teknokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dalam pernyataannya, Qodari menegaskan bahwa persoalan teknokrasi menjadi hambatan dalam menjalankan roda pemerintahan, khususnya dalam hal perencanaan dan penyelesaian masalah di lapangan.

“Memang tantangan dalam pemerintahan Pak Prabowo sekarang ini, kalau kita bicara produk adalah tantangan teknokrasi,” kata Qodari saat rapat.

Ia menjelaskan, kendala tersebut mencakup kemampuan pemerintah dalam mengantisipasi persoalan sejak awal, menyusun perencanaan yang matang, hingga menyelesaikan berbagai masalah teknis yang muncul di lapangan.

“Bagaimana bisa mengantisipasi masalah dari awal, kemudian membuat perencanaan yang baik dan menyelesaikan masalah-masalah teknis yang dihadapi di lapangan. Jadi tantangannya adalah teknokrasi,” ucap dia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menilai persoalan teknokrasi seharusnya dapat dikomunikasikan langsung kepada Presiden. Ia mendorong agar pemerintah lebih terbuka dalam menyampaikan kendala yang dihadapi.

“Yang berkaitan dengan pak kepala sendiri sampaikan tadi soal teknokrasi, ini sebenarnya dari awal ya saya kira pak kepala bicara aja dengan Pak Presiden kalau kita problem kita teknokrasi,” ujar Andreas.

Lebih lanjut, Andreas juga menekankan pentingnya melibatkan tenaga ahli atau teknokrat dalam menjalankan program-program pemerintah. Ia mengingatkan agar penempatan sumber daya manusia dilakukan secara tepat sesuai kompetensi.

“Cari orang yang teknokrat-teknokrat, yang mampu untuk melaksanakan program-program itu, program-program kebijakan presiden ini. Jangan sampai orang yang tidak mempunyai kemampuan teknokrasi kemudian ditempatkan di kebijakan-kebijakan, program-program, yang membutuhkan kemampuan teknokrasi yang tinggi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Andreas turut menyinggung persoalan di daerah pemilihannya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait isu geotermal. Ia menilai polemik yang terjadi dipicu oleh kurangnya pemahaman teknis di tengah masyarakat.

“Banyak orang yang bicara soal geotermal ini tidak ngerti barang itu gimana. Jadi akhirnya asal tolak, ada yang asal tolak, saling ya pro-kontra yang tidak produktif juga gitu,” tutur dia.

Menurutnya, peran KSP sangat strategis sebagai penghubung antara Presiden dan berbagai persoalan di lapangan, termasuk dalam mengatasi hambatan kebijakan.

“Sementara menurut saya, ini suatu hal yang seharusnya penting menjadi kebijakan. Karena bukan teknokrat yang bicara di situ, nah ini saya kira hal-hal seperti ini KSP mata dan telinga presiden yang bisa menjadi penyambung untuk mengatasi bottleneck seperti yang tadi disampaikan,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga KPPG Sengaja Bungkam Terkait Upaya Konfirmasi Awak Media Terkait SPPG Tangga Takat

11 September 2026 - 20:08 WIB

DPP AKPERSI Dorong Verifikasi Menyeluruh dan Penyelesaian Berkeadilan antara Masyarakat dan PT Bumi Mekar Hijau

9 September 2026 - 22:35 WIB

PKN Bentuk Satgas Wasmas MBG Nasional, Kawal Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

7 September 2026 - 22:14 WIB

Cetak Sejarah! RakerProv Perdana FN Pordasi Pacu NTB Lantik 5 Pengurus Daerah Sekaligus

7 September 2026 - 22:10 WIB

Peringati Hari Jadi ke-78 Polwan, Polwan Polres Aceh Singkil Bagikan Sembako ke Panti Asuhan

1 September 2026 - 13:46 WIB

Trending di Nasional