Menu

Mode Gelap
Membentuk Masa Depan yang Damai: Kebebasan Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Perlindungan Hak Asasi Aroma Busuk Pencurian Kabel Telkom Menguat, Penggalian Malam Hari Diduga Libatkan Oknum Perusahaan dan Pegawai Aktif Megawati: Lembaga Negara Dibentuk untuk Cegah Penyalahgunaan Kekuasaan Bom Militer Jenis Ranjau Darat Dimusnahkan Brimob Polda Sumut di Langkat Video Viral Diduga Isap Vape Berisi Narkoba, Kompol DK Dipatsus Propam Polda Sumut 38 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Masih Dirawat, Polisi Periksa 31 Saksi

Uncategorized

Puisi Pada Secangkir Cinta

badge-check


					Puisi Pada Secangkir Cinta Perbesar

Anto Narasoma

Hanya setitik air
ketika sepuluh hari terakhir kau tiba di sini

img width="300" height="600" src=" "

maka,
kesucian hatilah
yang mengucap-ucap kebesaran-Mu,
setelah melewati perjalanan haus dan lapar

memang,
bukan sekadar wajib melintasi hari-hari kering setelah janji itu kutunaikan,
namun masa pencarian diriku sendiri belum kutemukan dalam bayang-bayang cahaya bulan

 o, pada secangkir cinta inilah kau suguhkan sepercik kopi susu –setelah adam dan hawa menyatu sehabis berbuka pada hari ke dua puluh

Palembang, 8 Maret 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *