Menu ✖

Mode Gelap
Istiqomah Kawal Ulama, Forum Cakar Sriwijaya Jaga Keamanan Dan Kondusivitas Maulid Hingga Selesai Treatrikal perjuangan pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien memukau ribuan penonton dalam HUT ke-438 Kota Meulaboh Ketua PD IWO Aceh Barat Apresiasi Kemeriahaan HUT Meulaboh Ke-438 Jep Kupi Khop Semarakkan Hut Kota Meulaboh ke- 438 Irsan Syahputra Resmi Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Gampong Gampa Periode 2026-2030 Polsek Ilir Timur II Gelar Bakti Kebersihan, Libatkan Tiga Organisasi Kemasyarakatan

Nasional

38 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Masih Dirawat, Polisi Periksa 31 Saksi

badge-check


					38 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Masih Dirawat, Polisi Periksa 31 Saksi Perbesar

Jagatmediakertanegara, Jakarta – Dampak tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka mendalam. Hingga Kamis (30/4/2026), sebanyak 38 korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Kepolisian menyebut para korban terus mendapat penanganan medis, sementara korban lain yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang.

“Korban yang saat ini masih menjalani rawat inap sebanyak 38 orang. Sisanya sudah kembali ke rumah. Mari kita doakan agar para korban segera pulih,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat.

Di tengah upaya pemulihan para korban, penyelidikan terkait penyebab kecelakaan maut tersebut terus dikebut.

Polda Metro Jaya kini telah memeriksa total 31 orang untuk mengungkap secara utuh kronologi tabrakan yang mengguncang publik itu.

Sebanyak 24 saksi telah lebih dulu diperiksa. Sementara tujuh orang lainnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Pusat Pengendalian Operasi Perkeretaapian (Pusdalopska) 1 wilayah Manggarai.

Ketujuh orang tersebut terdiri dari kepala pusat pengendalian operasi, pengatur perjalanan kereta api (PPKA), petugas sinyal, masinis KRL commuter line, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, serta petugas pengendali operasional.

Pemeriksaan terhadap para pihak yang terlibat dinilai krusial untuk mengungkap apakah insiden ini dipicu faktor teknis, human error, gangguan sistem persinyalan, atau kombinasi dari beberapa faktor.

“Permintaan keterangan masih berjalan. Kami memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara prosedural, profesional, dan akuntabel,” tegas Budi Hermanto.

Tragedi ini sebelumnya menelan korban jiwa dan puluhan luka-luka, menjadikannya salah satu kecelakaan kereta paling serius dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, perhatian publik tertuju pada hasil investigasi. Bukan hanya untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab, tetapi juga memastikan sistem keselamatan transportasi rel diperbaiki secara menyeluruh.

Setiap korban yang masih terbaring di rumah sakit menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi bukan sekadar prosedur administratif, melainkan menyangkut nyawa manusia.

Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan demi mencegah tragedi serupa kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diamankan di Surabaya, BK Banyuwangi Tunggu Proses Hukum

2 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Enam Warga Diamankan dalam Konflik PT Bumi Flora, LSM GMBI Sampaikan Lima Tuntutan

29 September 2026 - 08:57 WIB

Usai Penertiban PETI Geumpang, Amat Tong Red Desak Usut Pemodal dan Dugaan Keterlibatan WNA

22 September 2026 - 17:32 WIB

Diduga Melanggar Perwali Kota Palembang, Bangunan Depan SPPG Tangga Takat Disorot

19 September 2026 - 11:54 WIB

OTT KPK Bongkar Dugaan Suap HGB di Bogor, 8 Tersangka dan Uang Rp106,3 Miliar Disita

17 September 2026 - 09:36 WIB

Trending di Nasional