JAGATMEDIA, PALEMBANG – Komunitas Naga Selatan menyatakan sikap tegas untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan masyarakat melawan peredaran narkoba, termasuk menghadapi perkembangan modus baru yang memanfaatkan perangkat rokok elektrik atau vape sebagai sarana penyamaran narkotika, Minggu (6/9/2026).
Ketua Naga Selatan, Galih Nugraha, S.Sos., menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pengguna. Menurutnya, mata rantai peredaran harus dibongkar dari hulu hingga hilir.
“Naga Selatan menyatakan perang terhadap narkoba. Modus boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi komitmen kita untuk melindungi generasi muda tidak boleh mundur satu langkah pun.”
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Aparat penegak hukum di Sumatera Utara telah mengungkap sejumlah kasus peredaran pod getar. Dalam salah satu pengungkapan, polisi membongkar industri rumahan yang mencampurkan kandungan narkoba ke perangkat vape.
Bahkan pada Agustus 2026, Satresnarkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 622 pod yang diduga mengandung etomidate. Barang tersebut disebut berasal dari jaringan yang diduga memasok melalui Malaysia dan Aceh.
Bagi Naga Selatan, perkembangan tersebut harus menjadi alarm serius bagi masyarakat, sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.
Namun Galih menegaskan, kewaspadaan terhadap modus narkoba melalui vape tidak boleh berubah menjadi generalisasi terhadap seluruh pengguna maupun produk vape.
“Yang kita perangi adalah narkobanya dan jaringan yang mengedarkannya. Jangan sampai masyarakat salah memahami dan menganggap semua vape adalah narkoba. Yang harus dibongkar adalah produk yang terbukti mengandung zat terlarang serta jaringan yang berada di belakang peredarannya.”
Naga Selatan mendorong aparat untuk memperkuat pengawasan terhadap pola distribusi narkotika baru, termasuk jaringan pemasok, bandar, kurir, produsen, hingga pihak yang melakukan distribusi kepada konsumen.
Selain penindakan, Naga Selatan juga menyerukan gerakan edukasi masyarakat. Anak muda perlu diberikan pemahaman bahwa bentuk fisik suatu produk tidak selalu menggambarkan kandungannya.
“Jangan menunggu anak-anak kita menjadi korban baru kita bergerak. Deteksi dini, edukasi dan keberanian melaporkan dugaan peredaran narkoba harus menjadi gerakan bersama.”
Naga Selatan juga mendorong koordinasi lintas daerah dan lintas negara apabila suatu jaringan terbukti memiliki keterkaitan dengan jalur internasional.
“Kalau jaringannya lintas daerah, kita lawan secara lintas daerah. Kalau jaringannya lintas negara, penegakan hukumnya juga harus lintas negara. Jangan beri ruang bagi bandar untuk beradaptasi lebih cepat daripada aparat dan masyarakat,” tegas Galih.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak April 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











