Menu ✖

Mode Gelap
Ancam Sebarkan Video Pribadi, Pria 28 Tahun di Lubuk Linggau Diamankan Polisi Kapolres Musi Rawas Tegaskan Polisi Harus Tertib Sebelum Menertibkan Masyarakat PB PGIN Suarakan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dalam Simposium GTK Kemenag di Jakarta Maulid Nabi 1448 H, Bupati Aceh Singkil Serahkan Bonus Prestasi MTQ dan Dorong Qari-Qariah Raih Juara Pertama Maulid Nabi 1448 H, Bupati Aceh Singkil Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah Bukan Sekadar Mengaji, AKQ Bangun Budaya Baca dan Kesadaran Diri dari Aceh Barat

Opini

NAGA SELATAN: PERANG TERHADAP NARKOBA, TERMASUK MODUS BARU “POD GETAR”

badge-check


					NAGA SELATAN: PERANG TERHADAP NARKOBA, TERMASUK MODUS BARU “POD GETAR” Perbesar

JAGATMEDIA, PALEMBANG – Komunitas Naga Selatan menyatakan sikap tegas untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan masyarakat melawan peredaran narkoba, termasuk menghadapi perkembangan modus baru yang memanfaatkan perangkat rokok elektrik atau vape sebagai sarana penyamaran narkotika, Minggu (6/9/2026).

Ketua Naga Selatan, Galih Nugraha, S.Sos., menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pengguna. Menurutnya, mata rantai peredaran harus dibongkar dari hulu hingga hilir.

“Naga Selatan menyatakan perang terhadap narkoba. Modus boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi komitmen kita untuk melindungi generasi muda tidak boleh mundur satu langkah pun.”

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Aparat penegak hukum di Sumatera Utara telah mengungkap sejumlah kasus peredaran pod getar. Dalam salah satu pengungkapan, polisi membongkar industri rumahan yang mencampurkan kandungan narkoba ke perangkat vape.

Bahkan pada Agustus 2026, Satresnarkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 622 pod yang diduga mengandung etomidate. Barang tersebut disebut berasal dari jaringan yang diduga memasok melalui Malaysia dan Aceh.

Bagi Naga Selatan, perkembangan tersebut harus menjadi alarm serius bagi masyarakat, sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

Namun Galih menegaskan, kewaspadaan terhadap modus narkoba melalui vape tidak boleh berubah menjadi generalisasi terhadap seluruh pengguna maupun produk vape.

“Yang kita perangi adalah narkobanya dan jaringan yang mengedarkannya. Jangan sampai masyarakat salah memahami dan menganggap semua vape adalah narkoba. Yang harus dibongkar adalah produk yang terbukti mengandung zat terlarang serta jaringan yang berada di belakang peredarannya.”

Naga Selatan mendorong aparat untuk memperkuat pengawasan terhadap pola distribusi narkotika baru, termasuk jaringan pemasok, bandar, kurir, produsen, hingga pihak yang melakukan distribusi kepada konsumen.

Selain penindakan, Naga Selatan juga menyerukan gerakan edukasi masyarakat. Anak muda perlu diberikan pemahaman bahwa bentuk fisik suatu produk tidak selalu menggambarkan kandungannya.

“Jangan menunggu anak-anak kita menjadi korban baru kita bergerak. Deteksi dini, edukasi dan keberanian melaporkan dugaan peredaran narkoba harus menjadi gerakan bersama.”

Naga Selatan juga mendorong koordinasi lintas daerah dan lintas negara apabila suatu jaringan terbukti memiliki keterkaitan dengan jalur internasional.

“Kalau jaringannya lintas daerah, kita lawan secara lintas daerah. Kalau jaringannya lintas negara, penegakan hukumnya juga harus lintas negara. Jangan beri ruang bagi bandar untuk beradaptasi lebih cepat daripada aparat dan masyarakat,” tegas Galih.

Editor : Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bukan Sekadar Mengaji, AKQ Bangun Budaya Baca dan Kesadaran Diri dari Aceh Barat

27 Oktober 2026 - 00:43 WIB

1,2 Ton Sabu-Sabu Di Temukan Di Pidie, Ajudan Aceh: Siapa Peran Utama Dibalik Pabrik Narkoba Tersebut

24 Oktober 2026 - 08:50 WIB

BOK Puskesmas Rp 11,6 Miliar Disorot, AMPAS: BPK Harus Audit Kinerja, Jangan Hanya Sampel

23 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Polres Ogan Ilir Gelar Sertijab Kasat Resnarkoba dan Kapolsek Pemulutan, Kapolres Tekankan Profesionalisme dalam Bertugas

22 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ustadz Syamsul Kamal Angkat Literasi Keluarga Lewat Buku Menuju Rumah Tangga Sakinah

16 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Trending di Opini