JAGATMEDIA, LAMONGAN – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuat komunikasi tatap muka semakin berkurang, MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, tetap mempertahankan tradisi muhadhoroh sebagai salah satu program unggulan madrasah.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari setelah Salat Zuhur berjamaah itu menjadi sarana melatih keberanian, kemampuan berbicara di depan umum, serta membentuk karakter siswa.
Bagi MTs Muhammadiyah 20 Menongo, muhadhoroh bukan sekadar latihan pidato, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang membekali peserta didik dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan akhlak mulia.
Laboratorium Pembentukan Karakter
Dalam setiap pelaksanaan muhadhoroh, siswa diberi kesempatan tampil sebagai pembawa acara, penyampai materi, maupun penyimpul. Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tema keagamaan, sosial, hingga motivasi, sebelum ditutup dengan evaluasi dari guru pembina.
Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi juga menjadi bagian dari penilaian pembelajaran. Seluruh materi muhadhoroh selama satu semester masuk dalam Ujian Sumatif sehingga siswa terdorong mempersiapkan diri secara serius.
Semua Siswa Mendapat Kesempatan Tampil
Madrasah menerapkan prinsip bahwa seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX wajib mengikuti muhadhoroh secara bergiliran. Dengan demikian, setiap peserta didik memperoleh pengalaman menjadi pembawa acara, penceramah, penyimpul, sekaligus pendengar yang aktif.
Guru pembina berperan sebagai pendamping yang memberikan arahan dan evaluasi secara konstruktif sehingga siswa merasa nyaman untuk terus belajar meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
Dilaksanakan Rutin Setiap Hari
Muhadhoroh dilaksanakan secara konsisten setiap hari setelah Salat Zuhur berjamaah di lingkungan madrasah. Rutinitas tersebut membiasakan siswa memanfaatkan waktu untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman.
Jadwal pelaksanaan juga telah disusun untuk satu semester sehingga setiap siswa mengetahui giliran tampil dan belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Membekali Soft Skills di Era Digital
Menurut pihak madrasah, kemampuan berbicara di depan umum, berpikir kritis, serta berkomunikasi dengan santun merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di era modern dan tidak dapat digantikan oleh perkembangan teknologi.
Melalui muhadhoroh, siswa dilatih menyusun materi, mencari referensi, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta menghargai pendapat orang lain. Kebiasaan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang bijak dalam menyampaikan informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
Muhadhoroh juga menjadi bekal bagi siswa ketika nantinya terjun ke tengah masyarakat. Pengalaman berbicara di depan teman-teman dan menerima evaluasi secara rutin diyakini mampu menumbuhkan rasa percaya diri, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan menyampaikan gagasan dengan baik.
Bagi MTs Muhammadiyah 20 Menongo, pendidikan karakter tidak selalu membutuhkan fasilitas yang mewah. Dengan pembiasaan sederhana namun dilakukan secara konsisten, madrasah berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kemampuan komunikasi yang baik, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











