JAGATMEDIA. LAMONGAN – Semangat pendidikan Islam yang berkemajuan kembali terasa di MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, madrasah tersebut secara resmi menerima peserta didik baru kelas VII melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan madrasah sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman, karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak hari pertama menempuh pendidikan.
Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Sami’an, S.Hum., M.Pd.I, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru. Ia mengajak para siswa untuk memulai perjalanan menuntut ilmu dengan semangat, optimisme, dan tekad menjadi generasi yang berprestasi serta berakhlak mulia.
Di bawah bimbingan seluruh guru dan tenaga pendidik, para siswa akan diarahkan mewujudkan visi madrasah, yakni “Unggul dalam Prestasi, Anggun dalam Moral dan Intelektual.”
Menurut Sami’an, keunggulan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari akhlak, cara berpikir, dan sikap yang mencerminkan pribadi muslim yang berkarakter.
MTs Muhammadiyah 20 Menongo juga menempatkan madrasah sebagai “rumah kedua” bagi para peserta didik. Karena itu, suasana kekeluargaan dan religius dibangun sejak awal melalui berbagai pembiasaan ibadah agar siswa merasa nyaman sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara spiritual maupun intelektual.
Selain pembelajaran di dalam kelas, madrasah mengembangkan pendidikan secara menyeluruh melalui berbagai program pengembangan diri. Para siswa diberi kesempatan mengasah jiwa kepemimpinan melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), mengembangkan bakat di bidang olahraga seperti futsal dan bola voli, serta seni bela diri pencak silat.
Pembelajaran juga dikemas lebih kontekstual melalui kegiatan luar kelas, di antaranya observasi masyarakat pesisir di Paciran, kunjungan literasi ke Perpustakaan Daerah Lamongan, hingga jelajah sejarah ke Yogyakarta. Sementara itu, pembentukan karakter dilakukan melalui kegiatan Hizbul Wathan (HW) yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketangguhan.
Di bidang keagamaan, MTs Muhammadiyah 20 Menongo membiasakan siswa melaksanakan salat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an setiap hari. Khusus hari Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus serta hafalan Surah Al-Kahfi. Madrasah juga memiliki program Munaqasyah Tahfidz Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya mencetak generasi Qur’ani.
Tak hanya menanamkan karakter, madrasah juga terus mendorong prestasi peserta didik. Salah satu capaian yang berhasil diraih adalah Juara II Pencak Silat tingkat Provinsi Jawa Timur, yang menjadi bukti bahwa siswa MTs Muhammadiyah 20 Menongo mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Sami’an berharap Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum bagi seluruh peserta didik baru untuk terus belajar, berani mencoba, serta mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.
“Tahun ini adalah waktu bagi kalian untuk tampil, berproses, dan meraih prestasi. Jangan pernah takut untuk belajar maupun mencoba hal-hal baru. Seluruh keluarga besar MTs Muhammadiyah 20 Menongo siap mendampingi setiap langkah kalian menjadi generasi yang unggul, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan berbagai program akademik, keagamaan, dan pengembangan karakter yang dimiliki, MTs Muhammadiyah 20 Menongo berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta siap menjadi pemimpin masa depan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











