Menu ✖

Mode Gelap
Dukung Pemulihan Psikososial, 5 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Barat Terima Perlengkapan Belajar Hikma Barus Meulaboh bersatu Siap Gelar Maulid Perdana Kemenekraf dan Komisi VII DPR RI Gelar Workshop Desa Kreatif di Aceh Barat, Seni Lokal hingga Pertanian Jadi Sorotan Jaringan Telkomsel Dikeluhkan Warga Woyla Raya, Tokoh Masyarakat Desak Perbaikan PB PGIN Ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026: Pemuda Harus Jadi Pelopor Bangsa Wakil Bupati Said Fadheil: Pemuda Aceh Barat Harus Bersatu Bangun Daerah dan Berani Lawan Judi

Peristiwa

Kemenekraf dan Komisi VII DPR RI Gelar Workshop Desa Kreatif di Aceh Barat, Seni Lokal hingga Pertanian Jadi Sorotan

badge-check


					Kemenekraf dan Komisi VII DPR RI Gelar Workshop Desa Kreatif di Aceh Barat, Seni Lokal hingga Pertanian Jadi Sorotan Perbesar

JAGATMEDIA, ACEH BARAT – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Komisi VII DPR RI menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pegiat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Melalui Aktivasi Desa Kreatif di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pegiat seni lokal, memperluas jaringan kerja, serta mendorong kolaborasi antarkomunitas untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk. Opa Irwanda, qari asal Bubon. Sejumlah perwakilan pemerintah pusat dan daerah, unsur kecamatan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pegiat seni turut menghadiri kegiatan tersebut.

Kemenekraf Dorong Potensi Seni dan Budaya Lokal

Direktur Kuliner Kemenekraf, Romi Astuti, S.E., M.M., yang hadir mewakili Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf, menegaskan pentingnya mengembangkan potensi ekonomi kreatif hingga ke tingkat desa.

Menurut Romi, Aceh Barat memiliki kekayaan seni, budaya, dan kuliner yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kabupaten Aceh Barat memiliki kekayaan ekonomi kreatif yang sangat beragam, mulai dari seni pertunjukan seperti Rapa’i Geleng dan Tari Ranup Lampuan hingga ragam kuliner khasnya. Sektor ini sedang didorong menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru berbasis budaya lokal, seni, dan SDM kreatif agar dapat memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” jelas Romi.

Melalui program aktivasi desa kreatif, potensi tersebut diharapkan tidak hanya terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Komisi VII DPR RI Siap Kawal Aspirasi Masyarakat

Tenaga Ahli DPR RI, Husnul Jamil, M.I.Kom., M.I.P., M.H., hadir mewakili Anggota Komisi VII DPR RI, Drs. H.T. Zulkarnaini atau yang dikenal sebagai Ampon Bang.

Dalam kesempatan tersebut, Husnul menyampaikan permohonan maaf sekaligus salam dari Ampon Bang yang berhalangan hadir karena agenda lain.

Husnul menjelaskan bahwa DPR RI memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang berlaku.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal kebutuhan masyarakat Aceh Barat, termasuk dukungan pemulihan pascabencana dan pengembangan sektor ekonomi kreatif.

“Kami terus membangun komunikasi secara akomodatif dan persuasif untuk mengawal apa yang menjadi harapan masyarakat, baik terkait dukungan pemulihan daerah pasca-bencana maupun dorongan pada sektor ekonomi kreatif,” ujar Husnul.

Dalam kesempatan itu, Husnul juga menyampaikan informasi mengenai rencana kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kabupaten Aceh Barat pada 10–11 November 2026. Rencana tersebut disampaikan sebagai informasi agenda yang akan datang.

Camat Bubon Sampaikan Aspirasi Seni, Pertanian, dan Infrastruktur

Camat Bubon, Amril Nuthihar, S.IP., M.AP., menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi seni rupa dan kekayaan budaya lokal sekaligus menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah pusat.

Amril juga berharap Kemenekraf dapat memberikan panduan atau landasan regulasi yang jelas bagi penyelenggaraan kegiatan seni di Aceh, sehingga sektor tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan dan tetap selaras dengan nilai-nilai Syariat Islam.

Selain persoalan seni dan budaya, Amril menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan mata pencaharian petani.

Aspirasi tersebut meliputi normalisasi Krueng Bubon untuk mengantisipasi banjir, dukungan asuransi pertanian, serta pengadaan mesin pengering gabah (dryer) dan fasilitas penggilingan padi modern.

Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian diperlukan untuk membantu menjaga kualitas hasil panen sekaligus mendukung stabilitas harga yang diterima petani lokal.

Pemanfaatan Teknologi untuk Memperluas Pasar

Dukungan terhadap program aktivasi desa kreatif juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Aceh Barat melalui perwakilannya, Dedy Jefernal, S.T.

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut di wilayah Aceh Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Diskominsa Aceh Barat menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial bagi pelaku seni serta usaha kreatif di tingkat desa.

Pemanfaatan platform digital dinilai dapat membantu memperluas jangkauan promosi, memperkenalkan karya lokal kepada khalayak yang lebih luas, serta membuka peluang pemasaran hingga tingkat nasional dan internasional.

Dengan dukungan promosi digital, pegiat seni dan pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan jaringan pasar tanpa hanya bergantung pada kegiatan pemasaran secara langsung.

Aspirasi Masyarakat Diharapkan Berlanjut pada Realisasi

Menutup rangkaian penyampaian aspirasi, Agus selaku Koordinator Pemenangan menyampaikan harapan agar berbagai usulan masyarakat dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Aspirasi tersebut mencakup pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian kebudayaan, peningkatan infrastruktur, serta dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kecamatan Bubon.

Melalui workshop ini, masyarakat berharap pengembangan desa kreatif tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut pada program pendampingan, penguatan kapasitas, dan dukungan nyata bagi pelaku seni serta masyarakat setempat.

Sinergi pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mendorong potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan Kecamatan Bubon dan Kabupaten Aceh Barat secara lebih luas.

Editor : Lina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Pemulihan Psikososial, 5 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Barat Terima Perlengkapan Belajar

29 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Hikma Barus Meulaboh bersatu Siap Gelar Maulid Perdana

29 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Jaringan Telkomsel Dikeluhkan Warga Woyla Raya, Tokoh Masyarakat Desak Perbaikan

28 Oktober 2026 - 18:39 WIB

PB PGIN Ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026: Pemuda Harus Jadi Pelopor Bangsa

28 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Ormas Forum Cakar Sriwijaya Kawal Pemusnahan Barang Ilegal Senilai Rp40,33 Miliar

28 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Trending di Peristiwa