Menu

Mode Gelap
Mantan Gubernur Lampung Jadi Tersangka Korupsi Dana PI Rp280 Miliar, Langsung Ditahan Kejati Bersekongkol Rintangi Penyidikan Korupsi Desa, Kejati Sumsel Tetapkan 2 Tersangka Obstruction of Justice YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara Gegara Hina Suku Sunda, Siap Ajukan Banding Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat 53 Anak Jadi Korban, Menteri PPPA Minta Pelaku Kekerasan Daycare Dihukum Berat Dua ART Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO

Politik

Lonjakan Harga Minyak Global, DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Cepat

badge-check


					DPR RI Irsan Sosiawan Perbesar

DPR RI Irsan Sosiawan

Jagatmediakertanegara, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus meningkat berdampak langsung pada pasar energi dunia. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mentah global menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam.

Situasi ini mendorong sejumlah negara untuk segera mengambil langkah antisipatif. Di kawasan Asia Tenggara, Filipina telah menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia memilih menambah alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM juga terjadi di Singapura, Thailand, dan Vietnam.

img width="300" height="600" src=" "

Perkembangan tersebut dinilai menjadi peringatan bagi Indonesia agar segera menyiapkan kebijakan yang responsif dan terukur guna meredam dampak lanjutan terhadap perekonomian nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika harga minyak dunia.

“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” ujar Irsan di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Ia menyoroti potensi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya jika terjadi selisih antara asumsi harga minyak dengan realisasi di lapangan. Kondisi tersebut berisiko menambah beban subsidi serta kompensasi energi.

Menurut Irsan, pemerintah perlu menjaga keseimbangan fiskal melalui kebijakan yang berkelanjutan, mulai dari pengelolaan subsidi yang tepat sasaran hingga efisiensi anggaran. Selain itu, stabilitas harga energi di dalam negeri juga harus tetap dijaga.

“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa fluktuasi harga energi tidak hanya berdampak pada sektor makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam bentuk penurunan daya beli dan potensi kenaikan inflasi.

Dalam menghadapi ketidakpastian global yang masih berlangsung, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario kebijakan yang adaptif.

“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Gubernur Lampung Jadi Tersangka Korupsi Dana PI Rp280 Miliar, Langsung Ditahan Kejati

29 April 2026 - 19:04 WIB

YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara Gegara Hina Suku Sunda, Siap Ajukan Banding

29 April 2026 - 16:36 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat

29 April 2026 - 16:28 WIB

53 Anak Jadi Korban, Menteri PPPA Minta Pelaku Kekerasan Daycare Dihukum Berat

27 April 2026 - 20:43 WIB

PAN Dukung Pembatasan Uang Tunai Saat Pemilu, Dinilai Tekan Politik Uang

26 April 2026 - 18:21 WIB

Trending di Nasional