Jagatmediakertanegara, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus meningkat berdampak langsung pada pasar energi dunia. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mentah global menunjukkan tren kenaikan yang cukup tajam.
Situasi ini mendorong sejumlah negara untuk segera mengambil langkah antisipatif. Di kawasan Asia Tenggara, Filipina telah menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia memilih menambah alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM juga terjadi di Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Perkembangan tersebut dinilai menjadi peringatan bagi Indonesia agar segera menyiapkan kebijakan yang responsif dan terukur guna meredam dampak lanjutan terhadap perekonomian nasional.
Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika harga minyak dunia.
“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” ujar Irsan di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Ia menyoroti potensi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya jika terjadi selisih antara asumsi harga minyak dengan realisasi di lapangan. Kondisi tersebut berisiko menambah beban subsidi serta kompensasi energi.
Menurut Irsan, pemerintah perlu menjaga keseimbangan fiskal melalui kebijakan yang berkelanjutan, mulai dari pengelolaan subsidi yang tepat sasaran hingga efisiensi anggaran. Selain itu, stabilitas harga energi di dalam negeri juga harus tetap dijaga.
“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa fluktuasi harga energi tidak hanya berdampak pada sektor makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam bentuk penurunan daya beli dan potensi kenaikan inflasi.
Dalam menghadapi ketidakpastian global yang masih berlangsung, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario kebijakan yang adaptif.
“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” pungkasnya.












