Menu

Mode Gelap
Anak Terisak di Samping Jenazah Ayah, Tragedi Terduga Pencurian Ayam Berujung Maut Tuai Keprihatinan Ayah dan Anak Ditangkap, Satres Narkoba Polres Aceh Barat Ungkap Tiga Kasus Ganja dan Sabu Dana Revitalisasi Sekolah Aceh Barat Disorot, Kepala Sekolah Mengaku Hanya Diminta Tanda Tangan Polres Aceh Singkil Gelar KRYD, Patroli dan Pemeriksaan Kendaraan Cegah Gangguan Kamtibmas Peredaran Narkoba di Aceh Barat Kian Mengkhawatirkan, Generasi Muda Jadi Target Bandar Syafrial Iye Tagih Janji Mualem Terkait Penyelesaian Sengketa Lahan dan Realisasi Plasma Di Aceh Singkil

Nasional

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat

badge-check


					Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat Perbesar

JAGATMEDIA, JAKARTA – Duka akibat tabrakan maut antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Jumlah korban meninggal dunia kini tercatat mencapai 16 orang setelah satu korban yang sempat menjalani perawatan intensif dinyatakan meninggal dunia. Data terbaru juga mencatat jumlah korban luka mencapai 91 orang.

Korban tambahan diketahui bernama Mia Citra (25), yang sebelumnya dirawat secara intensif di RSUD Kota Bekasi.

“Iya benar (bertambah jadi 16), info kami terima pukul 11.00 siang ini di RSUD Bekasi, perempuan MC 25 tahun,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (29/4/2026).

Dengan bertambahnya satu korban jiwa, tragedi ini semakin memperdalam luka bagi keluarga korban. Sebelumnya, 15 korban meninggal telah lebih dulu teridentifikasi, dan sebagian jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga oleh Rumah Sakit Polri Kramat Jati setelah proses identifikasi selesai.

Selain korban meninggal, sebanyak 91 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 48 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Insiden tragis ini terjadi setelah rangkaian KRL berhenti akibat gangguan operasional yang dipicu insiden terpisah di perlintasan sebidang. Dalam situasi tersebut, kereta Argo Bromo Anggrek yang melaju dari belakang tidak berhasil berhenti tepat waktu dan menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti di jalur. Dugaan awal penyebab tabrakan masih terus diselidiki oleh otoritas transportasi dan kepolisian.

Kepala Biro Kedokteran dan Kepolisian Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, sebelumnya menyebut para korban mengalami luka berat akibat kerasnya benturan.

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling memilukan dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus kembali memunculkan pertanyaan besar tentang sistem keselamatan transportasi rel di Indonesia.

Di balik angka korban yang terus bertambah, ada keluarga yang kehilangan, harapan yang terputus, dan desakan publik agar investigasi dilakukan secara transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anak Terisak di Samping Jenazah Ayah, Tragedi Terduga Pencurian Ayam Berujung Maut Tuai Keprihatinan

26 Juli 2026 - 20:20 WIB

Kapolres Aceh Singkil dan Ketua Bhayangkari: Selamat Hari Anak Nasional, Wujudkan Anak Terlindungi untuk Indonesia Maju

23 Juli 2026 - 12:23 WIB

Dugaan Bom Molotov di Sibolga Belum Terungkap, Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

19 Juli 2026 - 15:54 WIB

Hebat! Siswa Kelas 6 SD Asal Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA, Dapat Surat Apresiasi Resmi

18 Juli 2026 - 14:43 WIB

Kasasi Dikabulkan Sebagian, Hukuman Candra Irawan Dipangkas Jadi 18 Tahun Penjara dalam Kasus Sabu 15 Kilogram

14 Juli 2026 - 13:21 WIB

Trending di Nasional