Menu

Mode Gelap
Forum Cakar Sriwijaya Bagikan 3.000 Masker Gratis di Palembang, Peduli Dampak Kabut Asap Keributan Terjadi di IGD RSUD BARI Palembang Usai Pasien Meninggal, Petugas Diduga Dipukul Kebakaran di Kalidoni Palembang Hanguskan Tujuh Bangunan, Api Diduga Berasal dari Bakar Ikan Puskesmas Sumberaji Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa MTs Muhammadiyah 20 Menongo Ketua Naga Selatan Kecam Pemblokiran Rekening Relawan Pati, Minta APH Buka Dasar Hukum Penanganan Laporan Dugaan Pencabulan Anak di Palembang Disorot, CCTV Alfamart Dikhawatirkan Terhapus

Nasional

Jusuf Kalla: Perang di Timur Tengah Bisa Ganggu Stok BBM Indonesia

badge-check


					Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (Antara/Antara) Perbesar

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (Antara/Antara)

Jagatmediakertanegara, Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan JK kepada wartawan setelah menghadiri acara buka puasa dan salat tarawih bersama pengurus serta anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Menurut JK, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga BBM dan LPG yang pada akhirnya akan memperbesar beban subsidi pemerintah.

“Dampaknya ke Indonesia langsung terasa di ekonomi. Harga bahan bakar naik, harga LPG naik, dan itu berarti subsidi pemerintah akan semakin besar,” ujar JK dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan energi nasional. JK menilai cadangan BBM Indonesia masih terbatas sehingga perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah.

“Kalau perang berlangsung lama, stok BBM kita terbatas. Itu bisa menimbulkan kesulitan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis,” kata JK.

Selain dampak ekonomi, JK juga menilai Indonesia perlu menentukan sikap politik yang jelas terhadap konflik yang terjadi setelah serangan AS ke Iran. Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, menurutnya Indonesia perlu menunjukkan posisi diplomatik yang tegas.

Ia menyarankan pemerintah memanfaatkan peran Indonesia di berbagai forum internasional untuk mendorong upaya penyelesaian konflik dan terciptanya perdamaian.

Di sisi lain, JK menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekonomi nasional, khususnya dalam pengelolaan anggaran negara di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan prioritas belanja negara agar tidak menimbulkan beban berlebihan terhadap keuangan negara.

“Harus ada evaluasi total terhadap kebijakan ekonomi, khususnya dalam penggunaan anggaran. Negara harus menentukan prioritas agar pengeluaran tidak terlalu besar,” ujar JK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Naga Selatan Kecam Pemblokiran Rekening Relawan Pati, Minta APH Buka Dasar Hukum

24 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Dugaan Tekanan Target Penjualan, Pegawai Bank Mandiri Disebut Pulang Larut dan Diduga Lembur Tak Dibayar

14 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Dinilai Memojokkan Hilda, Empat Senator NTB Sepakat Laporkan Arya Wedakarna ke BK DPD

14 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Guru Swasta dan Non-ASN Menanti Kepastian Kesejahteraan Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo

14 Agustus 2026 - 12:22 WIB

NAGA SELATAN Dipersiapkan Jadi Gerakan Nasional, Berawal dari Komunitas Binaan Yayasan Dharma Kertanegara Mandala

13 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Trending di Nasional