JAGATMEDIA, PALEMBANG – Ketua DPC Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang, Edi Medan, angkat bicara terkait viralnya video yang memperlihatkan pengusaha Junaidi alias Ajun diduga melakukan pemukulan terhadap seorang warga. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
Menurut Edi Medan, peristiwa yang viral tersebut perlu dilihat secara utuh karena terdapat rangkaian kejadian yang diduga menjadi pemicu insiden tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar dan laporan yang telah masuk ke pihak kepolisian, terdapat dugaan penggelapan kendaraan operasional milik PT Catur Putra Manggala yang disebut sebagai awal mula persoalan.
“Jangan karena sebuah video viral, lalu semua orang mendadak menjadi hakim. Publik harus mengetahui peristiwa yang melatarbelakangi kejadian itu. Jika memang ada dugaan penggelapan kendaraan yang telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, maka fakta tersebut juga harus dibuka kepada masyarakat,” ujar Edi Medan, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai pembentukan opini publik yang hanya bersumber dari potongan video sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak utuh terhadap suatu peristiwa. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang lengkap agar dapat memahami duduk perkara secara objektif.
“Kita jangan menjadi bangsa yang mudah terpancing oleh narasi sepihak. Jika ingin mencari kebenaran, maka seluruh fakta harus dibuka secara terang-benderang. Jangan hanya menyoroti akibatnya, tetapi mengabaikan penyebabnya,” katanya.
Meski mengaku mengenal Ajun sebagai salah satu pendiri Forum Cakar Sriwijaya Sumsel yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, Edi menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak berada di atas hukum dan tidak bermaksud membela pihak tertentu.
“Kami tidak sedang membela siapa pun. Kami hanya meminta agar keadilan ditegakkan secara utuh. Jika ada pelanggaran hukum, silakan diproses sesuai aturan yang berlaku. Namun jika ada pihak lain yang juga diduga melakukan tindak pidana, maka proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Edi juga meminta aparat penegak hukum bertindak profesional, independen, dan transparan dalam menangani perkara tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian peristiwa dapat diusut secara menyeluruh agar tidak muncul spekulasi yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat.
“Jangan sampai hukum kalah oleh viralitas. Polisi harus mengusut kasus ini dari awal hingga akhir. Siapa yang bersalah harus bertanggung jawab, dan siapa yang benar harus mendapatkan perlindungan hukum. Jangan ada tebang pilih dan jangan ada fakta yang disembunyikan,” ujarnya.
DPC Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang berharap penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian dapat mengungkap fakta secara objektif sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kasus tersebut.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Jangan langsung menghakimi sebelum seluruh fakta terungkap. Kebenaran tidak lahir dari potongan video, melainkan dari penyelidikan yang objektif dan berdasarkan fakta hukum yang lengkap,” tutup Edi Medan.












