Menu

Mode Gelap
Herman Deru Resmi Buka MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sumsel di Lahat, Tekankan Objektivitas Dewan Hakim Kemenag Lahat Hadiri Sosialisasi Anti Korupsi dan Standar Pelayanan DJKN Bupati Aceh Barat Peringatkan Aparatur Gampong: Terlibat Domino di Tempat Umum Bisa Dipecat HUT ke-5 YBH Sumsel Berkeadilan, Teguhkan Komitmen Perluas Akses Hukum bagi Masyarakat Mutasi Besar di Polres Aceh Singkil, Kasat hingga Kapolsek Berganti Danramil Pulau Pinang Lahat Klarifikasi Video Viral Koperasi Desa Merah Putih, Tegaskan Dana Termin Disalurkan Sesuai Progres Pekerjaan

Sumsel

Sriwijaya Fight Kembali Digelar, ICC Jadi Dewan Juri Ajang Bergengsi Boxing di Palembang

badge-check


					Sriwijaya Fight Kembali Digelar, ICC Jadi Dewan Juri Ajang Bergengsi Boxing di Palembang Perbesar

Jagatmediakertanegara, Palembang – Ajang olahraga tarung bergengsi Sriwijaya Fight kembali digelar di Kota Palembang sebagai wadah bagi para atlet muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka secara positif. Memasuki penyelenggaraan yang kedua, event ini diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus menekan potensi kenakalan remaja, khususnya tawuran.

Menambah kredibilitas kompetisi, Interdisciplinary Combat Council (ICC) dipercaya sebagai dewan juri yang bertugas menilai jalannya pertandingan secara profesional dan objektif. Kehadiran ICC menjadi salah satu upaya panitia untuk memastikan setiap laga berjalan sesuai aturan serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ketua Pelaksana Sriwijaya Fight, Tomsky, mengatakan bahwa tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan ruang bagi atlet-atlet muda di Palembang untuk berkembang di dunia olahraga tarung.

“Tujuan utama dari pelaksanaan event ini adalah untuk memberikan wadah bagi atlet-atlet muda Kota Palembang dalam menyalurkan bakat dan kemampuan mereka di bidang olahraga tarung secara positif dan terarah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi anak-anak muda yang memiliki energi besar agar dapat disalurkan ke hal-hal yang lebih bermanfaat, termasuk memberikan alternatif positif bagi anak-anak yang sebelumnya terlibat atau memiliki ketertarikan pada tawuran, sehingga mereka bisa beralih ke dunia olahraga,” ujar Tomsky.

Ia menjelaskan, antusiasme peserta pada penyelenggaraan kali ini cukup tinggi. Sebanyak 42 peserta ambil bagian dan akan bertanding dalam 21 pertandingan (match).

“Untuk pelaksanaan Sriwijaya Fight kali ini, diikuti oleh 42 peserta yang akan bertanding dalam 21 match. Jumlah ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari para atlet muda untuk ikut ambil bagian dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di ajang ini,” jelasnya.

Tomsky menambahkan, Sriwijaya Fight yang kini memasuki tahun kedua diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi event olahraga tarung yang dikenal luas di Sumatera Selatan.

“Kegiatan ini sebelumnya sudah pernah dilaksanakan, sehingga untuk tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. Harapannya, dengan konsistensi pelaksanaan setiap tahunnya, Sriwijaya Fight dapat terus berkembang menjadi event olahraga tarung yang lebih besar dan dikenal luas, khususnya di Sumatera Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Sriwijaya Fight yang juga Ketua Umum Persatuan Masyarakat Kota Palembang (Permaskot), M. Rolis, mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

“Saling menjunjung tinggi sportivitas dan tetap menjaga rasa hormat antar sesama atlet. Kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi juga tentang bagaimana kita menunjukkan karakter, disiplin, mental juang, dan semangat kebersamaan. Tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap mematuhi aturan pertandingan, jadikan setiap laga sebagai pengalaman untuk belajar dan berkembang. Menang dengan rendah hati, kalah dengan lapang dada, karena sejatinya setiap peserta yang berani bertanding sudah merupakan seorang pemenang,” tegas Rolis

Ia juga berharap ke depan Sriwijaya Fight dapat terus berkembang menjadi event yang lebih profesional dan menarik perhatian masyarakat luas.

“Kedepannya tentu event ini harus terus berkembang menjadi lebih besar, lebih profesional, dan mampu menjadi wadah yang konsisten bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Untuk promotor, bisa menghadirkan influencer atau figur publik yang dikenal luas agar event ini semakin menarik perhatian masyarakat dan mendapat eksposur yang lebih besar. Selain itu, kualitas penyelenggaraan juga perlu terus ditingkatkan, mulai dari manajemen pertandingan, publikasi, hingga fasilitas bagi peserta, sehingga event ini dapat menjadi ajang bergengsi yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” pungkasnya.

Dengan dukungan penilaian profesional dari Interdisciplinary Combat Council (ICC) sebagai dewan juri, Sriwijaya Fight diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus membangun karakter pemuda Palembang yang lebih positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Danramil Pulau Pinang Lahat Klarifikasi Video Viral Koperasi Desa Merah Putih, Tegaskan Dana Termin Disalurkan Sesuai Progres Pekerjaan

22 Juni 2026 - 22:36 WIB

GMBI Aceh Desak Izin Tambang di Beutong Dicabut, Ingatkan Nilai Sejarah dan Ancaman bagi Leuser

21 Juni 2026 - 22:56 WIB

Diduga Kebal Hukum! Gudang BBM Ilegal di Ogan Ilir Beroperasi Terang-terangan, Aparat Diminta Bertindak Tegas

21 Juni 2026 - 13:17 WIB

Kapolri Buka Suara Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: Semua Sesuai Prosedur Hukum

20 Juni 2026 - 20:05 WIB

Kejagung Tangkap Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

20 Juni 2026 - 15:19 WIB

Trending di Nasional