Menu

Mode Gelap
Empat Pemuda Jadi Garda Terdepan Fardhu Kifayah, Warga Dusun Babatan Rasakan Manfaat Gotong Royong Usai Periksa Belasan Saksi, Polri Tetapkan DR dan FA sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU Program Jemput Bola Anak Putus Sekolah Berlanjut, Kecamatan Selangit Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah SMPN 1 Lubuk Linggau Klarifikasi Video Viral, Sekolah Tegaskan Bukan Kasus Perundungan Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Jaksa Agung Sebut Demi Jaga Integritas Penegakan Hukum Dukung Program Pemkot Palembang, YBH Sumsel Berkeadilan Gelar Bimtek Layanan Hukum Gratis di 18 Kecamatan

Sumsel

Danramil Pulau Pinang Lahat Klarifikasi Video Viral Koperasi Desa Merah Putih, Tegaskan Dana Termin Disalurkan Sesuai Progres Pekerjaan

badge-check


					Danramil Pulau Pinang Lahat Klarifikasi Video Viral Koperasi Desa Merah Putih, Tegaskan Dana Termin Disalurkan Sesuai Progres Pekerjaan Perbesar

JAGATMEDIA, LAHAT – Komandan Koramil (Danramil) 405-07/Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Kapten CAJ (K) Nuro Okanihaja, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang menyoroti dugaan permasalahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Lesung Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat.

Klarifikasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Koramil 405-07/Pulau Pinang, Senin (22/6/2026), didampingi enam anggota Babinsa, yakni Serka Slamet, Serka Tahril, Pelda Agus, Sertu Purnama, Serda Didik, dan Serda Sulistyo.

Dalam keterangannya, Serka Slamet selaku Babinsa Desa Lesung Batu menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya pembuatan video yang kemudian beredar luas di media sosial. Menurutnya, video tersebut dibuat oleh seseorang bernama Jhonson tanpa pemberitahuan maupun koordinasi dengan pihak Koramil.

“Saya tidak mengetahui karena mereka membuat video tidak ada izin dari saya, sementara lokasi itu berada di desa binaan saya,” ujar Serka Slamet.

Ia menjelaskan, selama proses pembangunan berlangsung, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ke lokasi proyek untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai progres yang ditentukan.

“Setelah pembangunan selesai 100 persen, pengecekan dilaksanakan tiga sampai empat kali dalam satu minggu,” katanya.

Serka Slamet juga menilai isi video yang beredar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan yang ia temukan selama melakukan pengawasan.

“Menurut saya video itu mengada-ada, karena disebutkan bangunan sudah selesai menggunakan material mereka. Padahal pekerjaan yang ditinggalkan oleh mandor awal, yakni Pujiono alias Cipto, baru sekitar 61 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Kapten Nuro Okanihaja menjelaskan bahwa dana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dicairkan secara bertahap melalui lima termin pembayaran dan disesuaikan dengan progres pekerjaan di lapangan.

“Tahapan pencairan termin berdasarkan progres pekerjaan,” jelasnya.

Menurut Danramil, dana pembangunan berasal dari pimpinan, dalam hal ini Dandim, dan setiap kebutuhan material diajukan oleh mandor sesuai kondisi pekerjaan yang sedang berjalan.

“Begitu ada kebutuhan pengajuan material dari mandor sesuai progres pekerjaan, uang diserahkan kepada Babinsa dan kemudian diberikan kepada mandor,” terangnya.

Ia menambahkan, setiap proses penyerahan dana dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh personel lainnya.

“Saksinya adalah Babinsa lainnya yang juga menerima pencairan dana pada saat yang sama,” ujarnya.

Terkait persoalan material bangunan yang menjadi sorotan dalam video viral tersebut, Danramil menegaskan bahwa tanggung jawab pembayaran dan penggunaan material sepenuhnya berada pada mandor pelaksana proyek, yakni Pujiono alias Cipto.

“Menurut saya secara pribadi, yang bertanggung jawab itu langsung Pak Pujiono alias Cipto karena dari pihak kami dana tersebut sudah diserahkan kepada beliau,” katanya.

Ia juga membantah adanya keterlibatan Koramil dalam proses pengadaan material bangunan.

“Koordinasi pembelian material ini tidak melalui kami di Koramil,” tegasnya.

Menurutnya, komunikasi terkait pengadaan material dilakukan langsung oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, yakni Pujiono alias Cipto, Jhonson, dan kepala desa setempat.

Pada kesempatan yang sama, Serka Slamet menjelaskan bahwa Pujiono alias Cipto sebelumnya diperkenalkan sebagai mandor yang akan menangani pembangunan Koperasi Desa Merah Putih oleh seorang pensiunan anggota Koramil.

Saat ditanya mengenai kemungkinan langkah hukum yang akan ditempuh, Danramil mengatakan pihaknya masih menunggu arahan pimpinan karena merupakan bagian dari institusi TNI.

“Kalau langkah hukum, kami belum ada karena kami merupakan instansi TNI, sehingga segala keputusan dan kebijaksanaan berada pada pimpinan kami,” ujarnya.

Meski demikian, Kapten Nuro Okanihaja menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang berkembang terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

“Saya secara pribadi mohon maaf dan tidak bisa memberikan solusi atau penyelesaian karena kewajiban kami telah dilaksanakan dengan menyerahkan dana termin kepada Pak Pujiono alias Cipto. Pembangunan juga telah dilaksanakan hingga selesai 100 persen meskipun terdapat berbagai kendala di lapangan,” katanya.

Permohonan maaf tersebut juga disampaikan kepada masyarakat yang merasa dirugikan maupun pihak-pihak yang telah menyuarakan persoalan tersebut melalui media sosial.

“Apabila ada kendala-kendala di lapangan seperti ini, saya meminta maaf kepada masyarakat, khususnya yang telah memviralkan persoalan ini. Terus terang saya tidak bertanggung jawab terhadap pembayaran material karena seluruh dana termin telah kami serahkan kepada mandor sesuai progres pembangunan,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Danramil kembali menegaskan bahwa seluruh dana pembangunan telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku dan berharap polemik tersebut dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor: Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terdakwa Korupsi Pengadaan APAR Karhutla di Muratara Titipkan Uang Pengganti Rp348,5 Juta

24 Juni 2026 - 22:05 WIB

Petani di Musi Rawas Diserang Beruang Saat Hendak ke Kebun, Alami Luka Serius

24 Juni 2026 - 20:14 WIB

Diduga Kebal Hukum! Gudang BBM Ilegal di Ogan Ilir Beroperasi Terang-terangan, Aparat Diminta Bertindak Tegas

21 Juni 2026 - 13:17 WIB

Tak Kantongi Izin, Parkir Rajawali Village Disegel Pemkot Palembang

17 Juni 2026 - 16:40 WIB

Diduga Galian C Ilegal Beroperasi di Ogan Ilir, Aktivitas Alat Berat Tuai Sorotan

15 Juni 2026 - 19:17 WIB

Trending di Sumsel