Menu

Mode Gelap
Mantan Gubernur Lampung Jadi Tersangka Korupsi Dana PI Rp280 Miliar, Langsung Ditahan Kejati Bersekongkol Rintangi Penyidikan Korupsi Desa, Kejati Sumsel Tetapkan 2 Tersangka Obstruction of Justice YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara Gegara Hina Suku Sunda, Siap Ajukan Banding Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat 53 Anak Jadi Korban, Menteri PPPA Minta Pelaku Kekerasan Daycare Dihukum Berat Dua ART Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO

Nasional

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Muhammadiyah Lebih Awal

badge-check


					Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Muhammadiyah Lebih Awal Perbesar

Jagatmediakertanegara, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3).

Hasil sidang menetapkan bahwa Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

img width="300" height="600" src=" "

“Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta.

Sebelum penetapan, Kemenag melakukan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini melibatkan Kantor Wilayah Kemenag, Kantor Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

Dalam penentuan awal bulan hijriah, Kemenag menggunakan kriteria MABIMS, yakni kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan syarat ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan dan data hisab, hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas tersebut.

“Dari Papua sampai Aceh di situ tidak ada satu pun yang dinyatakan melihat hilal,” ujar Nasaruddin.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam konferensi pers sidang isbat, di antaranya Ketua MUI Anwar Iskandar, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, serta Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

(*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mantan Gubernur Lampung Jadi Tersangka Korupsi Dana PI Rp280 Miliar, Langsung Ditahan Kejati

29 April 2026 - 19:04 WIB

YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara Gegara Hina Suku Sunda, Siap Ajukan Banding

29 April 2026 - 16:36 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat

29 April 2026 - 16:28 WIB

53 Anak Jadi Korban, Menteri PPPA Minta Pelaku Kekerasan Daycare Dihukum Berat

27 April 2026 - 20:43 WIB

PAN Dukung Pembatasan Uang Tunai Saat Pemilu, Dinilai Tekan Politik Uang

26 April 2026 - 18:21 WIB

Trending di Nasional