Anto Narasoma
(Hari Musik Nasional)
hahaha..
joget salsa dan omongan dari mulut busuk yang kosong melompong, tak mampu membangun irama dalam nada-nada sumbang
sebab,
segala intrumen pun tampil menawan ketika wage rudolf supratman menyenandungkan irama yang membesarkan kata-kata bangsaku
maka,
dari balik tanah terakhir
ia pun menyemangati rakyat yang mengais butiran nasi lewat nada-nada sedih dalam lagu-lagu satir di atas barang rongsokan
sebab,
kekayaan alam yang bersenandung dengan nada-nada musik klasik, harus menitikkan syair pilu setelah senar bas betot putus –tak mampu menyenandungkan kasih sayang bagi hati nurani rakyatmu
begitu pilu mars kebangsaan setelah musiknya dipetik dalam irama dan nada-nada palsu
sebab,
negeri kaya yang memiskinkan rakyatnya itu dinyanyikan dalam syair lagu-lagu sedih bergenre dangdut
memang,
instrumen gitar, bas betot, gendang, dan seruling bambu,
hanya menjelaskan kekayaan alam dalam kemiskinan negeri yang kaya korupsi
lalu, apakah hari musik nasional ini hanya seulas catatan kekayaan negeri
yang membusungkan
dada oligarki?
Palembang, 9 Maret 2026












