Menu

Mode Gelap
Kepala Desa Selong Belanak Laporkan Ketua LSM LIDIK NTB ke Polisi, Persoalan Pemberitaan RTLH Berujung Hukum HUT RI ke-81, Karang Taruna Prabu Rinjani Santuni 166 Anak Yatim dan Piatu Puluhan Pelajar dan Tokoh Seni Aceh Singkil Terima Penghargaan, Prestasi Tingkat Nasional Jadi Sorotan AMB Minta Dokumen Proyek Rehabilitasi SDN Bangket Molo, Disdikbud Loteng Janji Beri Salinan 351 WBP Lapas Meulaboh Terima Remisi HUT RI ke-81, Tiga Orang Belum Langsung Bebas Semarak HUT RI ke-81, Warga Perumahan Liverpool 1 Gelar Beragam Lomba dan Doorprize Meriah

Nasional

Pasien BPJS Sempat Keluhkan Antrean Delapan Jam, Kini Meninggal Dunia; Publik Soroti Pelayanan dan Etika Tenaga Kesehatan

badge-check


					Pasien BPJS Sempat Keluhkan Antrean Delapan Jam, Kini Meninggal Dunia; Publik Soroti Pelayanan dan Etika Tenaga Kesehatan Perbesar

JAGATMEDIA, JAKARTA – Kisah seorang peserta BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan menjadi sorotan publik setelah unggahannya mengenai dugaan antrean hingga delapan jam untuk memperoleh ruang perawatan di rumah sakit RSAB Harapan Kita ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa waktu kemudian, kabar duka datang. Yurizal dikabarkan meninggal dunia, Jum’at (31/7/2026).

Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Selain munculnya pertanyaan mengenai dugaan keterlambatan pelayanan kesehatan yang disampaikan pihak keluarga, perhatian publik juga tertuju pada sejumlah komentar di media sosial yang diduga berasal dari tenaga kesehatan dan dinilai tidak mencerminkan empati terhadap kondisi pasien.

Salah satu komentar yang menuai kritik diduga berasal dari seorang tenaga kesehatan yang menulis, “Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan.”

Foto: Screenshoot komentar media sosial

Unggahan itu kemudian viral dan memancing kecaman dari warganet. Setelah mendapat sorotan luas, yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, mengaku menyesali ucapannya, serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Sorotan serupa juga mengarah kepada dr. Benny Christian Sihombing yang sebelumnya menuliskan komentar “ruang jenazah selalu kosong” sebagai tanggapan atas keluhan Yurizal.

Setelah kabar meninggalnya Yurizal menjadi perhatian publik, dr. Benny menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengucapkan belasungkawa kepada keluarga almarhum, mengakui kesalahannya, serta menyatakan siap mengikuti proses etik, menerima sanksi dari rumah sakit maupun organisasi profesi, dan menjalani proses hukum apabila diperlukan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab meninggalnya Yurizal maupun ada tidaknya unsur kelalaian dalam pelayanan medis. Dugaan keterlambatan pelayanan masih memerlukan klarifikasi dari pihak rumah sakit dan hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi mengenai kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan. Di sisi lain, kasus tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga etika, empati, dan profesionalisme tenaga kesehatan, baik dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun saat berinteraksi di ruang digital.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi yang telah beredar di ruang publik dan berbagai pernyataan yang telah disampaikan oleh pihak-pihak terkait. Jagat Media tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada rumah sakit, tenaga kesehatan, maupun pihak lain yang berkepentingan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Editor : Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tekanan Target Penjualan, Pegawai Bank Mandiri Disebut Pulang Larut dan Diduga Lembur Tak Dibayar

14 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Dinilai Memojokkan Hilda, Empat Senator NTB Sepakat Laporkan Arya Wedakarna ke BK DPD

14 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Guru Swasta dan Non-ASN Menanti Kepastian Kesejahteraan Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo

14 Agustus 2026 - 12:22 WIB

NAGA SELATAN Dipersiapkan Jadi Gerakan Nasional, Berawal dari Komunitas Binaan Yayasan Dharma Kertanegara Mandala

13 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Bukan Cuma Kredit Emas, Warganet Sebut Ada Produk Lain yang Diduga Diwajibkan ke Pegawai Bank Mandiri

10 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Trending di Nasional