JAGATMEDIA, PALEMBANG – Dugaan tekanan terhadap pegawai Bank Mandiri untuk memenuhi target penjualan produk menjadi sorotan. Sejumlah pegawai disebut mengalami tekanan kerja hingga harus pulang larut malam, melebihi jam kerja yang berlaku.
Informasi tersebut disampaikan salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, kondisi tersebut diduga telah berlangsung cukup lama di lingkungan internal Bank Mandiri.
Sumber tersebut mengungkapkan, tekanan untuk memenuhi target penjualan berpotensi membuat pegawai mengalami stres, kecemasan, kelelahan mental, hingga merasa terus-menerus dikejar pencapaian angka target.
“Pegawai merasa terus dikejar target. Kondisi seperti ini bisa membuat pegawai mengalami tekanan dan kelelahan,” ujar sumber tersebut, Jumat (14/8/2026).
Selain tekanan target, sumber juga menyebut adanya pekerjaan lembur yang diduga tidak disertai pembayaran upah lembur.
Dugaan kondisi kerja tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan jam kerja, kesejahteraan pegawai, serta kebijakan manajemen dalam menetapkan target penjualan.
Namun, informasi mengenai dugaan tersebut masih berdasarkan keterangan sumber dan memerlukan klarifikasi dari pihak Bank Mandiri maupun pemeriksaan terhadap dokumen atau data ketenagakerjaan terkait.
Jagat Media telah meminta konfirmasi kepada pihak Bank Mandiri terkait dugaan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bank Mandiri.
Redaksi Jagat Media tetap membuka ruang bagi Bank Mandiri untuk menyampaikan hak jawab dan klarifikasi. Pemberitaan ini akan diperbarui apabila terdapat tanggapan resmi dari pihak terkait.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Februari 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











