JAGATMEDIA, PALEMBANG – Menjadi anggota Polri bukan hanya soal kemampuan akademik atau fisik yang prima. Di balik seragam yang kelak dikenakan, dibutuhkan kepribadian yang matang, integritas yang kuat, serta kesiapan mental untuk menghadapi beragam tantangan di tengah masyarakat.
Karena itu, Polda Sumatera Selatan terus memperketat proses seleksi penerimaan Bintara dan Bakomsus Polri Tahun Anggaran 2026. Salah satu tahapan penting yang kini dijalani para peserta adalah tes psikologi wawancara tahap II yang digelar di Golden Sriwijaya Jakabaring, Selasa (17/6/2026).
Sebanyak 98 putra-putri terbaik daerah mengikuti tahapan tersebut. Bagi mereka, sesi wawancara bukan sekadar formalitas, melainkan proses mendalam untuk mengukur karakter, stabilitas emosi, hingga ketahanan mental sebagai bekal menjalankan tugas kepolisian di masa depan.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, Polda Sumsel menggandeng tim psikolog profesional dari HIMPSI Sumatera Selatan. Seluruh peserta dinilai menggunakan standar yang telah ditetapkan sehingga proses seleksi berjalan secara adil dan transparan.
Pelaksanaan seleksi ini juga mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sebagaimana arahan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan berlapis yang melibatkan unsur internal Polri, yakni Itwasda dan Bidpropam, serta pengawas eksternal dari organisasi masyarakat Laskar Merah Putih Sumatera Selatan.
Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo S.I.K., M.Si., melalui Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sumsel AKBP Suparyono, menegaskan bahwa institusi Polri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional.
“Tujuan kami adalah menghasilkan anggota Polri yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kematangan emosional dan integritas tinggi. Mereka adalah calon garda terdepan yang harus siap beradaptasi dengan tantangan masyarakat yang semakin dinamis,” ujar AKBP Suparyono di sela-sela kegiatan.
Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. Menurutnya, proses rekrutmen yang berlangsung saat ini merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk personel Polri yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kami memastikan tidak ada ruang untuk praktik penyimpangan. Ini adalah gerbang awal pembentukan SDM unggul. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan sosok polisi yang benar-benar siap melayani dengan hati dan profesionalisme tinggi,” tegas Kombes Pol Nandang.
Melalui tahapan seleksi yang ketat, transparan, dan diawasi berbagai pihak, Polda Sumsel menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Bhayangkara yang berkualitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang Presisi, sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang modern, profesional, dan humanis.
Sejak April 2026, menjadi bagian dari Jagat Media. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.











