JAGATMEDIA, PALEMBANG – Keributan terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD BARI Palembang, Senin (24/8/2026), setelah seorang pasien meninggal dunia. Dalam insiden tersebut, seorang petugas rumah sakit disebut sempat mengalami pemukulan oleh pihak keluarga pasien.
Berdasarkan keterangan pihak RSUD BARI, keributan bermula setelah pasien berinisial M.S. (43) meninggal dunia usai mendapatkan penanganan medis di IGD.
Keluarga pasien disebut mempertanyakan penanganan yang dinilai lambat. Pihak rumah sakit membantah anggapan tersebut dan menyatakan tenaga medis telah berupaya memberikan pertolongan secara maksimal.
Menurut keterangan rumah sakit, kondisi pasien saat mendapatkan penanganan sudah cukup berat dan dinilai tidak memungkinkan untuk diselamatkan. Meski demikian, dokter dan petugas medis tetap berupaya memberikan tindakan medis.
Penanganan terhadap pasien tersebut dilakukan oleh dokter yang bertugas saat kejadian, termasuk dr. Maya Fitriani.
Pihak rumah sakit menyayangkan terjadinya keributan hingga dugaan pemukulan terhadap petugas. Menurut pihak RSUD BARI, tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan tidak seharusnya terjadi, terlebih ketika petugas telah berupaya memberikan pelayanan medis kepada pasien.
“Perilaku seperti ini sebetulnya tidak pantas karena pihak RSUD BARI, petugasnya sudah berusaha menanganinya,” ujar pihak rumah sakit.
Pihak rumah sakit berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan setiap persoalan antara keluarga pasien dengan tenaga medis dapat diselesaikan melalui komunikasi serta prosedur yang berlaku.
Sementara itu, jenazah M.S. telah dibawa menggunakan ambulans RSUD BARI untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan dari pihak keluarga pasien mengenai dugaan pemukulan maupun keberatan mereka terkait penanganan medis, Jagat Media tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait.
Editor : Lina







