Menu

Mode Gelap
Transisi Rayon Tak Ganggu Pasokan, Pusri Jamin Stok Pupuk Sumbar Tetap Aman Tantangan Teknis Jadi Sorotan, KSP Akui Kendala Pemerintahan Prabowo di Bidang Teknokrasi Halal Bihalal HKB Sukses Digelar, Tokoh Pemuda Sumsel Soroti Pentingnya Regenerasi HKB Sumsel Gelar Halal Bihalal Akbar, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti Malpraktik Tak Harus Ada Korban, Raden Ayu Widya Sari Tegaskan Pelanggaran Wilayah Bisa Dipidana

News

BMKG Prediksi Suhu Panas di Sumsel Bertahan hingga Pertengahan Maret, Warga Diminta Waspada

badge-check


					BMKG Prediksi Suhu Panas di Sumsel Bertahan hingga Pertengahan Maret, Warga Diminta Waspada Perbesar

Jagatmediakertanegara, Palembang – Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir diperkirakan masih akan berlanjut hingga pertengahan Maret 2026. Suhu udara yang terasa menyengat, terutama pada siang hari, menjadi perhatian masyarakat, terlebih di tengah aktivitas harian dan pelaksanaan ibadah puasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan suhu udara yang terjadi sejak awal bulan ini.

img width="300" height="600" src=" "

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa meningkatnya suhu udara dipicu oleh intensitas penyinaran matahari yang lebih kuat pada siang hari. Kondisi tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih besar dibandingkan biasanya.

Fenomena ini diperkirakan masih akan berlangsung pada periode Senin, 9 Maret hingga Jumat, 14 Maret 2026. Pada rentang waktu tersebut, suhu udara tertinggi umumnya dirasakan masyarakat pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Selain menyebabkan udara terasa lebih panas, kondisi ini juga dapat memicu perubahan cuaca yang cepat. Suhu tinggi di siang hari berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif, sehingga cuaca cerah dapat berubah menjadi hujan dalam waktu singkat.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, Harun Hudari, mengingatkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Ia menyarankan agar kebutuhan cairan dan nutrisi dipenuhi secara optimal saat sahur dan berbuka puasa agar kondisi tubuh tetap terjaga selama menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan selama bulan puasa dengan pengaturan waktu yang tepat. Olahraga ringan dianjurkan dilakukan pada pagi hari atau menjelang waktu berbuka agar tubuh tetap bugar tanpa menimbulkan kelelahan berlebih.

Menurut dr. Harun, puasa juga memberikan manfaat bagi kesehatan melalui proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh dalam memperbaiki sel-sel yang rusak. Proses ini dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan apabila puasa dilakukan secara teratur.

Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Suhu panas pada siang hari berpotensi berubah menjadi hujan pada sore atau malam hari akibat pembentukan awan hujan.

Meski cuaca panas mendominasi pada siang hari, kondisi atmosfer di Sumatera Selatan masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di beberapa wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa pola cuaca di daerah tersebut masih berada dalam fase dinamis.

BMKG menyebutkan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain Palembang dan sekitarnya, kawasan Sumatera Selatan bagian tengah, serta daerah pegunungan. Hujan umumnya berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari setelah pemanasan kuat yang terjadi pada siang hari.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, masyarakat diimbau rutin memantau informasi prakiraan cuaca resmi yang dirilis BMKG. Informasi tersebut dapat diakses melalui situs resmi, aplikasi cuaca, maupun berbagai saluran informasi lainnya agar aktivitas harian tetap berjalan lancar.

Selain memengaruhi aktivitas masyarakat, cuaca panas juga berpotensi berdampak pada kesehatan. Suhu udara yang tinggi pada siang hari dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Menjaga asupan cairan, mengatur aktivitas, serta mengikuti informasi cuaca terkini menjadi langkah penting agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Transisi Rayon Tak Ganggu Pasokan, Pusri Jamin Stok Pupuk Sumbar Tetap Aman

13 April 2026 - 17:25 WIB

Halal Bihalal HKB Sukses Digelar, Tokoh Pemuda Sumsel Soroti Pentingnya Regenerasi

12 April 2026 - 22:55 WIB

HKB Sumsel Gelar Halal Bihalal Akbar, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi

12 April 2026 - 22:01 WIB

Dewan Penasihat Soroti Minimnya Gebrakan HKB, Minta Peran Nyata dalam Pelestarian Budaya Beti

12 April 2026 - 19:48 WIB

Malpraktik Tak Harus Ada Korban, Raden Ayu Widya Sari Tegaskan Pelanggaran Wilayah Bisa Dipidana

11 April 2026 - 22:20 WIB

Trending di Hukum