Menu

Mode Gelap
Membentuk Masa Depan yang Damai: Kebebasan Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Perlindungan Hak Asasi Aroma Busuk Pencurian Kabel Telkom Menguat, Penggalian Malam Hari Diduga Libatkan Oknum Perusahaan dan Pegawai Aktif Megawati: Lembaga Negara Dibentuk untuk Cegah Penyalahgunaan Kekuasaan Bom Militer Jenis Ranjau Darat Dimusnahkan Brimob Polda Sumut di Langkat Video Viral Diduga Isap Vape Berisi Narkoba, Kompol DK Dipatsus Propam Polda Sumut 38 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Masih Dirawat, Polisi Periksa 31 Saksi

Nasional

Puisi Cermin Kaca Dua Episode By Anto Narasoma

badge-check


					Puisi Cermin Kaca Dua Episode By Anto Narasoma Perbesar

1)
begitu hitam cuaca malam –ketika ayat-ayat cinta menghambakan kesucian-Mu dalam pancaran cahaya malam nuzulul Quran

lalu,
lantunan Al-Quran membuka miliaran cahaya yang berkelindan antara merah, biru, dan putih

img width="300" height="600" src=" "

aku seperti debu
ke dalam unsur darah yang memompa kehidupan –dalam ketidakberdayaan sendiri

dalam penantian malam-Mu,
pikiranku melangkah dari kisah ke kisah
yang menjadi dasar pada lapisan sejarah ketika melihat siapa diriku sendiri

aku seperti belajar
kepada waktu; di
antara ada sebelum
ada

dari tiap lembaran ayat-ayat suci-Nya yang padat kisah –menuturkan penjelasan baik buruk perilaku di dinding kamarku

sebab,
cermin kaca itulah
yang bercerita antara zaman-zaman kebaikan di dalam jiwa asyiah binti muzahim

kesejukan itulah
berkisah dari hati terdalam yang paling memancarkan kesucian hatinya

sebab,
ruang istana paling kejam, angkuh, dan sombong, _septictank_ itu pun terpancang pada hati firaun –sebusuk bangkai tikus

2)
asyiah binti muhazim, begitu cantik ketika ayat-ayat yang kau baca dalam perilaku, menjadi melati seputih kejujuran yang tiba pada malam nuzulul Quran

ketakwaan apa yang kau doakan dari ruang-ruang keangkuhan istana yang begitu sombong ?

o, asyiah,
dari kedalaman
sungai nil yang menyejukkan kisah nabi musa pada abad-abad perjuangan iman dan takwa, cermin kaca pun menghadirkan bayang-bayang kisahmu

maka,
di atas panggung politik itulah orang-orang istana hanya seberkas tai upil dalam catatan ramses II

maka,
pada sebatang tongkat yang mencatat skenario akal budimu –asyiah, musa pun menghantam kesombongan dinding istana masa lalu

Palembang, 12 Maret 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Membentuk Masa Depan yang Damai: Kebebasan Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Perlindungan Hak Asasi

3 Mei 2026 - 13:06 WIB

Aroma Busuk Pencurian Kabel Telkom Menguat, Penggalian Malam Hari Diduga Libatkan Oknum Perusahaan dan Pegawai Aktif

3 Mei 2026 - 00:12 WIB

jagatmedia

Megawati: Lembaga Negara Dibentuk untuk Cegah Penyalahgunaan Kekuasaan

2 Mei 2026 - 18:48 WIB

Bom Militer Jenis Ranjau Darat Dimusnahkan Brimob Polda Sumut di Langkat

2 Mei 2026 - 18:06 WIB

Video Viral Diduga Isap Vape Berisi Narkoba, Kompol DK Dipatsus Propam Polda Sumut

30 April 2026 - 23:26 WIB

Trending di Hukum