JAGATMEDIA, MUSI RAWAS – Seorang petani bernama Yatana (59), warga Dusun V Desa Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengalami luka serius setelah diserang seekor beruang saat hendak menuju kebunnya, Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Akibat serangan satwa liar tersebut, korban mengalami luka robek di beberapa bagian tubuh, terutama pada pinggang dan paha. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan setelah mendapat pertolongan dari warga sekitar.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta melalui Kapolsek Muara Kelingi IPTU Nur Hendra membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban diserang secara tiba-tiba saat berjalan menuju kebunnya untuk melakukan penyemprotan lahan.
“Benar, ada warga Desa Air Beliti yang diserang beruang saat hendak ke kebun,” ujar IPTU Nur Hendra.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban saat itu berjalan seorang diri menuju kebun miliknya. Namun, di tengah perjalanan ia berpapasan dengan seekor beruang yang diduga langsung menyerangnya.
Serangan mendadak tersebut menyebabkan korban mengalami luka robek cukup parah di bagian pinggang atas dan paha kanan akibat cakaran hewan liar itu.
Meski mengalami luka serius, korban masih dalam kondisi sadar dan berhasil menyelamatkan diri setelah berteriak meminta pertolongan. Teriakan korban kemudian didengar oleh sejumlah petani yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Warga yang datang ke lokasi segera memberikan bantuan dan mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Dusun V Desa Air Beliti, Misno Atmoko, mengatakan korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
“Korban sempat dibawa ke Puskesmas, tetapi saat ini sudah kembali ke rumah. Kondisinya sadar,” kata Misno.
Ia menjelaskan, lokasi kejadian berada cukup jauh dari permukiman warga dan merupakan kawasan perkebunan yang masih berdekatan dengan habitat satwa liar.
Menurut Misno, korban beruntung masih menggendong alat semprot pertanian di punggungnya saat kejadian. Peralatan tersebut diduga membantu mengurangi dampak serangan sehingga korban tidak mengalami luka yang lebih fatal.
Pasca-kejadian, pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun kawasan yang berdekatan dengan habitat satwa liar.
Warga juga diminta tidak beraktivitas seorang diri di lokasi yang rawan menjadi jalur perlintasan satwa liar guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.












