Menu

Mode Gelap
Forum Cakar Sriwijaya Bagikan 3.000 Masker Gratis di Palembang, Peduli Dampak Kabut Asap Keributan Terjadi di IGD RSUD BARI Palembang Usai Pasien Meninggal, Petugas Diduga Dipukul Kebakaran di Kalidoni Palembang Hanguskan Tujuh Bangunan, Api Diduga Berasal dari Bakar Ikan Puskesmas Sumberaji Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa MTs Muhammadiyah 20 Menongo Ketua Naga Selatan Kecam Pemblokiran Rekening Relawan Pati, Minta APH Buka Dasar Hukum Penanganan Laporan Dugaan Pencabulan Anak di Palembang Disorot, CCTV Alfamart Dikhawatirkan Terhapus

Sumsel

Malpraktik Tak Harus Ada Korban, Raden Ayu Widya Sari Tegaskan Pelanggaran Wilayah Bisa Dipidana

badge-check


					Malpraktik Tak Harus Ada Korban, Raden Ayu Widya Sari Tegaskan Pelanggaran Wilayah Bisa Dipidana Perbesar

Jagatmediakertanegara, Palembang – Advokat Raden Ayu Widya Sari kembali menyoroti praktik tenaga kesehatan yang melanggar batas wilayah kerja. Ia menegaskan, tindakan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi masuk kategori malpraktik dengan konsekuensi hukum yang tegas, baik dalam KUHP lama maupun aturan terbaru.

Menurutnya, KUHP lama yang masih berlaku hingga 2026 sebenarnya sudah memiliki dasar hukum untuk menjerat kelalaian tenaga medis. Ia mencontohkan Pasal 359 KUHP yang mengatur pidana bagi pihak yang karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia, dengan ancaman hingga 5 tahun penjara atau kurungan 1 tahun.

Selain itu, Pasal 360 ayat (1) KUHP juga mengatur sanksi bagi kelalaian yang menyebabkan luka berat. Bahkan, melalui Pasal 361 KUHP, hukuman dapat diperberat jika perbuatan tersebut dilakukan dalam lingkup pekerjaan atau jabatan.

“Pasal-pasal ini memang bersifat umum, bukan khusus untuk tenaga kesehatan, tetapi tetap bisa digunakan dalam kasus malpraktik akibat kelalaian,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pengaturan dalam KUHP baru melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 memberikan ketegasan lebih. Dalam Pasal 438 ayat (2), pelaku kelalaian yang menyebabkan kematian dapat dipidana hingga 9 tahun penjara. Sementara Pasal 439 mengatur ancaman pidana bagi praktik tenaga kesehatan tanpa izin dengan hukuman maksimal 5 tahun.

Di sisi lain, aturan yang lebih spesifik juga terdapat dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai lex specialis. Regulasi ini secara tegas mengatur berbagai bentuk pelanggaran dalam praktik tenaga kesehatan.

Pasal 439 UU Kesehatan, misalnya, menyebutkan bahwa seseorang yang bukan tenaga kesehatan namun melakukan praktik layaknya tenaga berizin dapat dipidana hingga 5 tahun atau dikenai denda maksimal Rp500 juta. Kemudian Pasal 440 mengatur sanksi terhadap tenaga medis yang lalai hingga menyebabkan kematian pasien.

Tak hanya itu, Pasal 441 ayat (1) dan (2) juga melarang penggunaan gelar atau atribut tenaga kesehatan tanpa memiliki STR atau SIP, dengan ancaman pidana yang sama. Sementara Pasal 313 ayat (1) mengatur sanksi administratif bagi tenaga kesehatan yang praktik tanpa kelengkapan perizinan.

Raden Ayu Widya Sari turut menyoroti istilah pelanggaran wilayah kerja. Ia menjelaskan, sesuai Pasal 274 UU Kesehatan, setiap tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan di wilayah tempat praktik.

“Jika seseorang membuka praktik di wilayah tertentu tanpa SIP dari Dinas Kesehatan setempat, maka itu jelas melanggar aturan wilayah kerja,” tegasnya.

Ia menegaskan, praktik di luar wilayah izin yang disertai tanpa SIP dapat dikategorikan sebagai malpraktik dan berpotensi dijerat Pasal 439 UU Kesehatan serta Pasal 439 KUHP baru.

“Ini merupakan delik biasa, sehingga aparat kepolisian maupun Dinas Kesehatan wajib bertindak tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, advokat yang dikenal cukup tersohor di Sumatera Selatan ini memastikan akan terus mengawal kasus-kasus serupa.

“Jelas, ada ataupun tidak adanya korban, praktik yang melanggar aturan wilayah kerja tetap merupakan bagian dari malpraktik. Saya akan kawal kasus ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Penelantaran Dalam Rumah Tangga Dilaporkan ke Polrestabes Palembang, Polisi Lakukan Penyelidikan

21 Agustus 2026 - 01:45 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Warga Perumahan Liverpool 1 Gelar Beragam Lomba dan Doorprize Meriah

17 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Panglima Bung Baja Sriwijaya Sumsel Kecam Keras Dugaan Aksi Bullying di SD Negeri 81 Palembang, Pengawasan Siswa Diminta Diperketat

11 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Terdakwa Korupsi Pengadaan APAR Karhutla di Muratara Titipkan Uang Pengganti Rp348,5 Juta

24 Juni 2026 - 22:05 WIB

Petani di Musi Rawas Diserang Beruang Saat Hendak ke Kebun, Alami Luka Serius

24 Juni 2026 - 20:14 WIB

Trending di Sumsel