Menu

Mode Gelap
Video Viral Diduga Isap Vape Berisi Narkoba, Kompol DK Dipatsus Propam Polda Sumut 38 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Masih Dirawat, Polisi Periksa 31 Saksi Ela Afrianita Ucapkan Selamat atas Pelantikan DPD PAN Kota Palembang Periode 2024–2029 Oci Dwi Octavia Harap PAN Tetap Konsisten Perjuangkan Kepentingan Rakyat Mantan Gubernur Lampung Jadi Tersangka Korupsi Dana PI Rp280 Miliar, Langsung Ditahan Kejati Bersekongkol Rintangi Penyidikan Korupsi Desa, Kejati Sumsel Tetapkan 2 Tersangka Obstruction of Justice

Nasional

Tuai Kontroversi, Perawat Joget di Ruang Operasi RSUD Datu Beru Dinonaktifkan

badge-check


					Tuai Kontroversi, Perawat Joget di Ruang Operasi RSUD Datu Beru Dinonaktifkan Perbesar

Jagatmediakertanegara, Aceh – Seorang perawat di RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, Riga Septian Bahri, dinonaktifkan setelah video dirinya berjoget di ruang operasi saat tindakan bedah berlangsung viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah tenaga medis tengah melakukan prosedur operasi terhadap seorang pasien. Di saat yang sama, Riga terlihat mengenakan pakaian operasi lengkap sambil berjoget di depan kamera.

img width="300" height="600" src=" "

Direktur RSUD Datu Beru Aceh Tengah, dr. Gusnarwin, membenarkan bahwa video tersebut direkam di dalam ruang operasi. Ia menegaskan bahwa prosedur medis tetap berjalan sesuai standar dan tidak terganggu oleh aksi tersebut.

“Benar itu dilakukan di kamar operasi, namun operasi berlangsung sesuai prosedur dan tidak mengganggu jalannya tindakan,” ujar Gusnarwin dalam video klarifikasinya, Sabtu (4/4/2026).

Pihak rumah sakit telah memanggil yang bersangkutan dan menyerahkan proses pembinaan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah. RSUD Datu Beru juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.

Sementara itu, Riga turut menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah setelah aksinya menjadi viral. Ia mengaku perbuatannya dilakukan secara spontan tanpa maksud tertentu.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit dan masyarakat yang merasa tidak nyaman. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar Riga.

Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, menjelaskan bahwa Riga merupakan perawat di bagian bedah. Saat ini, yang bersangkutan telah dinonaktifkan dan ditarik dari layanan bedah.

“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta tidak lagi bertugas di layanan bedah,” kata Himawan.

Ia juga menambahkan bahwa status Riga sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah dikembalikan ke BKPSDM untuk menjalani proses pengawasan dan pembinaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil investigasi internal, pihak rumah sakit sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan seluruh tenaga medis untuk tidak merekam maupun menyebarkan video di ruang operasi. Aturan tersebut juga secara tegas melarang penggunaan telepon genggam di dalam ruang bedah.

Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan hingga akhirnya video tersebut tersebar luas di media sosial.

“Aksi tersebut memang tidak mengganggu jalannya operasi, tetapi tidak etis dan tidak mencerminkan profesionalitas, sehingga menimbulkan pro dan kontra di masyarakat,” ujar Himawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Video Viral Diduga Isap Vape Berisi Narkoba, Kompol DK Dipatsus Propam Polda Sumut

30 April 2026 - 23:26 WIB

38 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Masih Dirawat, Polisi Periksa 31 Saksi

30 April 2026 - 23:16 WIB

Mantan Gubernur Lampung Jadi Tersangka Korupsi Dana PI Rp280 Miliar, Langsung Ditahan Kejati

29 April 2026 - 19:04 WIB

YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara Gegara Hina Suku Sunda, Siap Ajukan Banding

29 April 2026 - 16:36 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang, Puluhan Masih Dirawat

29 April 2026 - 16:28 WIB

Trending di Nasional