JAGATMEDIA, LOMBOK TENGAH – Berada di wilayah pedesaan tidak menghalangi SMP Negeri 1 Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, untuk mencetak prestasi hingga tingkat nasional. Sekolah tersebut mengembangkan pendidikan melalui perpaduan prestasi akademik, kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan karakter, serta penguatan pendidikan berbasis keagamaan.
Kepala SMP Negeri 1 Jonggat saat ditemui di sekolahnya, Selasa (1/9/2026), mengatakan salah satu indikator keberhasilan tata kelola sekolah dapat dilihat dari capaian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja yang diterima selama empat tahun berturut-turut.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator konsistensi kinerja pendidikan di sekolah tersebut.
Sebelumnya, SMPN 1 Jonggat juga disebut menjadi satu-satunya sekolah di Lombok Tengah yang ditunjuk sebagai sekolah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) oleh LPMP. Program tersebut kemudian diikuti dengan kegiatan studi tiru ke Yogyakarta dan Malang.
Di bidang prestasi, siswa SMPN 1 Jonggat mencatat sejumlah capaian di berbagai bidang.
Pada bidang akademik, siswa sekolah tersebut meraih Juara 3 Nasional Olimpiade Bahasa Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah.
Di bidang olahraga, khususnya karate, SMPN 1 Jonggat mengirimkan atletnya mengikuti berbagai kejuaraan di Surabaya, Malang, dan Ubud, Bali. Salah seorang atlet berhasil meraih Juara 1 dalam kejuaraan yang diselenggarakan pihak TNI di Malang.
Prestasi tersebut juga disebut turut membuka jalan bagi salah seorang alumnus untuk melanjutkan pendidikan ke MAN Insan Cendekia.
Prestasi lainnya datang dari bidang seni dan ekstrakurikuler. Tim drumband SMPN 1 Jonggat mencatat sejumlah prestasi di tingkat nasional hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), termasuk meraih Juara 3. Sekolah juga aktif mengikuti dan menjuarai berbagai kompetisi seni tingkat kabupaten.
Selain itu, kegiatan nonakademik pada sore hari diisi dengan pembinaan tari, pencak silat, serta kegiatan kepramukaan. Sejumlah siswa bahkan mendapat kesempatan mewakili daerah dalam Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka.
Penguatan Karakter melalui Program Keagamaan
Tidak hanya mengejar prestasi, SMPN 1 Jonggat juga menjadikan pendidikan karakter dan keagamaan sebagai bagian dari kegiatan rutin sekolah.
Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, sekitar pukul 07.00–07.30 WITA, seluruh siswa mengikuti program “Pagi Mengaji”. Program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dari Juz 1 hingga Juz 30.
Sekolah juga rutin menggelar khataman Al-Qur’an secara massal yang dirangkaikan dengan wisuda tahfiz bagi siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an sebanyak dua hingga tujuh juz.
Kegiatan tersebut dikemas dengan nuansa kearifan lokal melalui tradisi pasaji serta melibatkan wali murid dan tokoh pemerintahan daerah.
Untuk membangun kebiasaan beribadah, sekolah juga memfasilitasi pelaksanaan salat duha, khususnya selama bulan Ramadan, serta salat Jumat berjemaah secara bergantian di musala sekolah.
“Ijab Kabul” Jadi Tradisi Penyerahan Siswa
Salah satu tradisi yang diterapkan SMPN 1 Jonggat dalam membangun hubungan dengan orang tua siswa adalah prosesi seremonial “Ijab Kabul” setiap tahun ajaran baru.
Dalam prosesi tersebut, orang tua secara simbolis menyerahkan anak mereka kepada pihak sekolah untuk dididik. Pihak sekolah kemudian menerima tanggung jawab tersebut sebagai bagian dari komitmen pendidikan.
“Prinsipnya seperti ijab kabul dalam jual beli atau pernikahan. Ada kepasrahan dan kepercayaan penuh dari wali murid kepada kami untuk mendidik anak-anak mereka,” ujar Kepala SMPN 1 Jonggat.
Menurut pihak sekolah, pola pendekatan tersebut turut meningkatkan kepercayaan masyarakat. Peserta didik SMPN 1 Jonggat kini tidak hanya berasal dari Desa Barejuluk, tetapi juga dari wilayah Bungti, Pengenjek, Jelantik, Beber, hingga Barabali.
Jumlah peserta didik saat ini mencapai 587 siswa, dengan jumlah rombongan belajar meningkat dari tujuh menjadi delapan kelas pada tahun ajaran baru.
Di tengah persaingan penerimaan peserta didik dengan lembaga pendidikan lain, termasuk pondok pesantren, pihak sekolah menekankan pentingnya persaingan yang sehat tanpa saling menjatuhkan.
SMPN 1 Jonggat menilai sekolah negeri juga dapat memberikan pendidikan yang menguatkan nilai-nilai agama sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter dan kepercayaan masyarakat.
Editor : Lina
Sejak Juni 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan Lombok Tengah dan sekitarnya. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.











