Anto Narasoma
Sudah kuhitung
dari celah-celah
batu bata yang tak memiliki ruang di saat aku terjebak cinta
maka,
rinduku pun tersusun
dari ruang-ruang kecil
yang memanggil-manggil namamu –dalam susunan kata hatiku
Lalu,
perasaanku tergetar ketika seribu wajahmu muncul dari sekat-sekat bebatuan, sembari melafalkan ayat-ayat cintaku yang kaya makna
o, begitu sempit waktu yang kubutuhkan untuk memeluk dirimu di dalam mimpi-mimpi yang tak pernah usai
aku pun seperti
jarum jam yang berputar dari waktu ke waktu,
setelah menentukan kaidah cinta
di sela-sela kerinduan kita
maka sujudlah,
sebelum potongan-potongan cintamu mengucap lafal kerinduan kita,
setelah kata-kata menjadi mesra dalam
kumpulan sajak penyair
Palembang, 9 Maret 2026












