JAGATMEDIA, LOMBOK TENGAH – Ratusan siswa SMAN 1 Jonggat (Semanja), Kabupaten Lombok Tengah, menggelar aksi protes di lingkungan sekolah, Senin (10/8/2026). Mereka menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari kondisi fasilitas sekolah hingga kebijakan terkait kegiatan siswa di luar sekolah.
Aksi berlangsung di lapangan sekolah sesaat setelah apel bendera. Para siswa membentangkan spanduk bertuliskan “Sekolah Elit, Fasilitas Sulit” sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi sarana dan prasarana yang mereka nilai belum memadai serta lambatnya sejumlah pekerjaan perbaikan.
Dalam aksinya, siswa menyoroti beberapa fasilitas yang menurut mereka belum kunjung dibenahi. Di antaranya pembangunan kamar mandi dan mushala yang disebut belum selesai, ruang kelas yang tidak dilengkapi lampu, serta kipas angin yang tidak berfungsi.
Siswa juga mengeluhkan akses jaringan WiFi sekolah yang dinilai belum optimal. Mereka menyebut tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai username dan kata sandi untuk mengakses jaringan tersebut.
Tak hanya fasilitas, para siswa turut menyampaikan keberatan terhadap sejumlah kebijakan sekolah. Salah satunya terkait keikutsertaan dalam kompetisi di luar sekolah serta persoalan kehadiran suporter saat siswa mengikuti pertandingan atau perlombaan.
Kepala Sekolah Beri Klarifikasi
Kepala SMAN 1 Jonggat, Mazhab, memberikan klarifikasi atas sejumlah persoalan yang disampaikan siswa.
Terkait kondisi fasilitas sekolah, Mazhab menjelaskan bahwa sekolah baru mendapatkan anggaran rehabilitasi dari pemerintah pada 2026. Menurutnya, selama dua tahun sebelumnya sekolah tidak mendapatkan alokasi anggaran rehabilitasi.
Ia juga menjelaskan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memiliki ketentuan penggunaan sehingga tidak dapat digunakan untuk membiayai perbaikan fasilitas dengan tingkat kerusakan sedang maupun berat.
Mazhab menyebut saat ini sejumlah fasilitas sekolah justru sedang menjalani proses renovasi. Beberapa di antaranya gedung lantai dua, perpustakaan, dan aula.
Dengan adanya anggaran rehabilitasi tersebut, pihak sekolah berharap perbaikan sarana dan prasarana dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan penggunaan anggaran.
Sekolah Bantah Batasi Kompetisi Siswa
Mengenai keluhan siswa terkait pembatasan keikutsertaan dalam kompetisi di luar sekolah, Mazhab membantah adanya larangan terhadap siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, sekolah kini menerapkan seleksi lebih ketat terhadap kompetisi yang akan diikuti siswa. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan diselenggarakan oleh instansi atau lembaga resmi sehingga sertifikat yang diperoleh siswa memiliki keabsahan dan nilai yang jelas.
“Bukan berarti sekolah melarang siswa mengikuti kompetisi. Kami lebih selektif dalam memilih kegiatan yang diselenggarakan oleh instansi resmi,” jelas Mazhab.
Soal Suporter, Sekolah Sebut Bukan Larangan
Terkait persoalan suporter, Mazhab menegaskan sekolah tidak pernah melarang siswa menghadirkan suporter.
Namun, pihak sekolah meminta agar kehadiran suporter dilakukan melalui pendataan dan pengorganisasian yang jelas. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah potensi keributan dan menjaga ketertiban.
Kebijakan tersebut, kata Mazhab, juga berkaitan dengan pengalaman sebelumnya yang sempat menimbulkan persoalan ketika kegiatan pertandingan melibatkan banyak suporter.
Sekolah Buka Ruang Dialog
Mazhab menegaskan pihak sekolah terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan siswa.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari komunikasi antara siswa dan pihak sekolah selama dilakukan dengan tertib dan dapat ditindaklanjuti melalui dialog.
Pihak sekolah berharap berbagai persoalan yang menjadi sorotan siswa dapat diselesaikan secara bertahap melalui komunikasi dua arah.
Dengan demikian, aksi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk protes, tetapi menjadi momentum bagi sekolah dan siswa untuk mencari solusi bersama terhadap persoalan fasilitas maupun kebijakan yang selama ini menjadi perhatian.
Editor : Lina
Sejak Juni 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan Lombok Tengah dan sekitarnya. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.











