JAGATMEDIA, JAKARTA – Pergeseran strategi bisnis sejumlah bank internasional kembali menjadi sorotan. Ekonom Lili mengungkapkan bahwa tiga bank besar dunia telah menarik aliran dana dari Indonesia dengan nilai yang diperkirakan mencapai 640 juta dolar AS atau sekitar Rp11,5 triliun. Menurutnya, langkah tersebut lebih dipengaruhi perubahan arah bisnis global dibanding sekadar kondisi pasar di Indonesia.
Lili menyebut tiga bank yang dimaksud adalah Standard Chartered, Citibank, dan HSBC. Ketiganya, kata dia, memilih mengalihkan fokus dari bisnis retail consumer banking menuju layanan wealth management yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih besar di pasar global.
“Standard Chartered menjual usaha retail consumer kepada Bank Danamon, Citibank menjual retail consumer kepada UOB, dan HSBC menjual retail consumer kepada OCBC,” jelas Lili.
Menurutnya, perubahan strategi tersebut juga membawa dampak positif bagi industri perbankan di kawasan Asia. Pengalihan bisnis kepada bank domestik maupun regional dinilai memperlihatkan semakin kuatnya peran lembaga keuangan lokal dalam melayani segmen perbankan ritel.
“Dari sisi positifnya adalah bila kita lihat ada pengalihan dari perbankan besar dunia dialihkan kepada bank-bank domestik dan bank regional. Dan ini sebetulnya adalah indikasi yang baik bagi perkembangan bank domestik dan bank regional di Asia,” ujarnya.
Di sisi lain, Lili menilai keputusan bank-bank global tersebut juga menjadi sinyal bahwa prospek bisnis consumer banking di Indonesia dinilai tidak lagi seatraktif sebelumnya. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan melemahnya daya beli masyarakat dan berkurangnya jumlah kelompok masyarakat kelas menengah.
“Ini sejalan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami penurunan middle income class serta penurunan daya beli masyarakat,” ungkap Lili, dilansir heloindonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong bank-bank internasional untuk mengalihkan sumber daya dan investasinya ke sektor yang dinilai memiliki potensi keuntungan lebih besar, yakni layanan pengelolaan kekayaan (wealth management) di pasar global.
Meski demikian, Lili menegaskan bahwa langkah yang diambil ketiga bank tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai hilangnya kepercayaan terhadap Indonesia. Ia menilai kebijakan tersebut lebih merupakan bagian dari penyesuaian strategi bisnis global yang dilakukan untuk menghadapi perubahan struktur pasar, perkembangan industri keuangan, dan dinamika kebutuhan nasabah di berbagai negara.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Februari 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











