JAGATMEDIA, LUBUK LINGGAU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Lubuk Linggau kini telah menjangkau seluruh satuan pendidikan. Sebanyak 36 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi untuk melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para siswa di berbagai wilayah kota.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Lubuk Linggau, Desi Purpasari, mengatakan seluruh sekolah di Kota Lubuk Linggau telah masuk dalam cakupan pelayanan MBG melalui jaringan 36 dapur yang telah beroperasi.
Di tengah pelaksanaan program tersebut, sempat beredar informasi mengenai ditemukannya ulat pada salah satu menu MBG yang diterima siswa di sebuah sekolah dasar negeri di Lubuk Linggau.
Menanggapi hal itu, Desi menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Kamis (30/7/2026) saat proses pendistribusian makanan dari salah satu dapur penyedia.
Menurutnya, setelah menerima laporan dari pihak sekolah, tim SPPG segera melakukan pengecekan dan berkoordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Ompreng itu langsung diamankan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan siswa,” jelas Desi.
Ia menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ulat ditemukan pada satu kotak makan (ompreng) milik seorang siswa dan makanan tersebut belum sempat dikonsumsi.
Sebagai langkah tindak lanjut, SPPG menghentikan sementara distribusi makanan dari dapur penyedia yang bersangkutan. Kebijakan itu diambil untuk memberikan ruang bagi proses evaluasi dan pembinaan agar standar mutu serta keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.
SPPG menegaskan evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada para siswa, sehingga pelaksanaan Program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat secara optimal.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Lubuk Linggau dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.







