JAGATMEDIA, ACEH BARAT – Meningkatkan minat baca masyarakat tidak cukup hanya dengan mengajak orang membaca. Literasi perlu menghadirkan karya yang menyentuh kehidupan, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu menjawab persoalan mendasar manusia.
Gagasan tersebut mendapat perhatian melalui buku Menuju Rumah Tangga Sakinah: Pedoman Pra-Nikah untuk Memahami Diri, Pasangan, dan Jalan Ibadah Bernama Pernikahan, karya Ustadz Syamsul Kamal bersama sejumlah penulis lainnya. Buku ini mendapat sorotan dalam kegiatan bedah buku pada Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya 2026.
Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya 2026, yang digerakkan melalui kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagan Raya, Drs. Said Amri, menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan buku, penulis, dan gagasan yang bermanfaat bagi kehidupan.
Kehadiran buku Menuju Rumah Tangga Sakinah mengangkat persoalan universal yang dekat dengan kehidupan masyarakat lintas generasi, profesi, tingkat pendidikan, dan kondisi ekonomi, yakni pentingnya ilmu dalam mempersiapkan serta menjalani kehidupan rumah tangga.
PERSOALAN KELUARGA ADALAH PERSOALAN SEMUA ORANG
Persoalan rumah tangga tidak mengenal batas wilayah. Keluarga di Aceh Barat, Nagan Raya, daerah lain di Indonesia, hingga berbagai belahan dunia sama-sama menghadapi tantangan dalam membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, mengelola ekonomi, mendidik anak, dan menyelesaikan konflik.
Kekayaan, jabatan, gelar akademik, maupun pengetahuan agama tidak secara otomatis menjamin kesiapan seseorang menjalani pernikahan. Kehidupan rumah tangga membutuhkan ilmu, kedewasaan, keterampilan, dan kesediaan untuk terus belajar.
Karena itu, pendidikan pernikahan bukan hanya kebutuhan calon pengantin, tetapi juga kebutuhan pasangan yang telah menjalani kehidupan berkeluarga.
KITA BELAJAR BERTAHUN-TAHUN UNTUK BEKERJA, TETAPI SUDAHKAH KITA BELAJAR UNTUK BERUMAH TANGGA?
Manusia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menempuh pendidikan, mempersiapkan pekerjaan, membangun karier, dan menguasai berbagai keterampilan. Namun, pembelajaran terstruktur tentang kehidupan rumah tangga belum tentu tersedia atau diakses secara memadai oleh setiap orang.
Padahal, setelah akad, pasangan menghadapi perjalanan panjang yang membutuhkan kemampuan memahami karakter satu sama lain, membangun komunikasi, mengelola keuangan, mendidik anak, dan menyelesaikan perbedaan.
Gagasan ini bukan untuk menyalahkan masyarakat ataupun menafikan bimbingan pranikah yang dilaksanakan KUA dan Kementerian Agama. Sebaliknya, pendidikan pernikahan perlu terus diperkuat agar pembelajaran tidak berhenti menjelang akad, tetapi berlanjut sepanjang kehidupan keluarga.
Pernikahan bukan hanya peristiwa sehari, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan dan pembelajaran berkelanjutan.
KARYA ANAK BANGSA UNTUK PERSOALAN UNIVERSAL
Buku Menuju Rumah Tangga Sakinah mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari persiapan pernikahan, pemahaman diri dan pasangan, komunikasi suami istri, pengelolaan ekonomi keluarga, pendidikan anak, hingga penyelesaian konflik.
Persoalan-persoalan tersebut tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari tantangan kehidupan keluarga di berbagai belahan dunia.
Ustadz Syamsul Kamal, putra kelahiran Latong, Kecamatan Jeuram, Kabupaten Nagan Raya, berharap buku ini dapat berkontribusi dalam memperkuat literasi keluarga sekaligus membuka ruang diskusi mengenai pentingnya pendidikan pernikahan.
Melalui karya ini, literasi diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berkembang menjadi kemampuan memahami kehidupan, mengambil pelajaran, dan menerapkan pengetahuan dalam keseharian.
Pendidikan keluarga juga dapat diperluas melalui bedah buku, kelas pranikah, diskusi pasangan, serta kolaborasi antara perpustakaan, KUA, Kementerian Agama, ulama, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.
Perhatian terhadap buku tersebut dalam Festival Literasi Nagan Raya menjadi momentum untuk memperluas percakapan tentang pentingnya ilmu dalam membangun keluarga. Dari Aceh, gagasan literasi keluarga ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pembaca dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
NANTIKAN BEDAH BUKU DI STUDIO RRI
Setelah mendapat sorotan dalam kegiatan bedah buku pada Festival Literasi Kabupaten Nagan Raya 2026, buku Menuju Rumah Tangga Sakinah akan kembali diperkenalkan melalui forum bedah buku di Studio RRI.
Penulis utama, Ustadz Syamsul Kamal, akan hadir bersama editor buku, Dr. Khairuddin Ishak, S.Pd., M.Pd., untuk membahas gagasan buku dan pentingnya pendidikan pernikahan bagi masyarakat.
Jadwal kegiatan:
- Hari: Selasa, 20 Oktober 2026
- Waktu: Pukul 08.00 WIB.
- Tempat: Studio RRI
- Penulis utama: Ustadz Syamsul Kamal
- Editor: Dr. Khairuddin Ishak, S.Pd., M.Pd.
Melalui forum ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa buku bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sarana belajar yang dapat membantu menghadapi persoalan nyata dalam kehidupan.
Karya anak bangsa memiliki arti penting ketika gagasan yang ditulis tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami, didiskusikan, dan diterapkan untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.
Jangan hanya menyiapkan hari pernikahan. Siapkan juga kehidupan setelah pernikahan.
Editor : Lina.
Sejak September 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan seluruh Indonesia. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.











