JAGATMEDIA, LAMONGAN – Kondisi ruas jalan penghubung Kecamatan Sugio dan Kecamatan Kembangbahu, tepatnya di jalur Desa Sekarbagus menuju Desa German, mengalami kerusakan di sejumlah titik, kerusakan yang terus terjadi selama beberapa bulan terakhir tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada musim panen padi.
Berdasarkan pantauan dilapangan, kerusakan jalan ditandai dengan banyaknya lubang berdiameter sekitar 80 sentimeter dengan kedalaman mencapai 15 sentimeter. Di sejumlah titik, lapisan aspal mengelupas sepanjang kurang lebih 50 meter, sementara sambungan jalan beton mengalami ambles atau jeglongan hingga sekitar 20 sentimeter. Kondisi tersebut semakin membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari.
Saat musim kemarau, persoalan bertambah karena debu tebal beterbangan akibat permukaan jalan yang rusak. Pelajar bahkan terpaksa berjalan di bahu jalan untuk menghindari kendaraan yang melintas, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan mereka.
Kerusakan jalan juga berdampak langsung terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Pada musim panen seperti sekarang, truk pengangkut gabah sering mengalami kesulitan melintasi jalan yang bergelombang. Tidak jarang kendaraan oleng hingga berisiko menumpahkan muatan, yang akhirnya menyebabkan biaya angkut meningkat dan mengurangi pendapatan para petani.
Selain itu, warga mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat sering melintasi jalan tersebut. Padahal, ruas Sugio–Kembangbahu merupakan salah satu jalur vital yang menopang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Lamongan Barat.
Menurut warga, pemerintah memang pernah melakukan perbaikan melalui tambal sulam. Namun, perbaikan tersebut dinilai tidak mampu bertahan lama karena kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat. Hingga kini, dari keseluruhan ruas jalan, baru sekitar satu kilometer yang telah dibangun menggunakan konstruksi beton.
Keluhan mengenai kondisi jalan hampir setiap hari menjadi perbincangan masyarakat, termasuk di warung-warung kopi sekitar Desa Sekarbagus dan Desa German.
“Setiap hari lewat sini rasanya seperti ujian kesabaran. Motor saya sudah tiga kali ganti shockbreaker gara-gara jalan ini,” ujar warga
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera merealisasikan tindak lanjut atas kunjungan Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat Safari Ramadan di Masjid Al-Amin, Desa German, pada Jumat, 21 Maret 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati sempat menyinggung persoalan jalan rusak yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Karena itu, warga Desa Sekarbagus dan Desa German mendesak Pemerintah Kabupaten Lamongan agar menjadikan ruas jalan tersebut sebagai prioritas pembangunan. Mereka berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh melalui pengecoran beton (rigid pavement) yang dilengkapi normalisasi saluran drainase, bukan sekadar penambalan aspal yang dinilai hanya menjadi solusi sementara.
Warga meyakini perbaikan permanen akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Lamongan Barat.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait.
Editor: Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











