Menu

Mode Gelap
Bukan Sekadar Sertifikat, RSUD Praya Jadikan Reakreditasi Sebagai Budaya Keselamatan Pasien Lurah 16 Ulu Sidak Dapur Pempek Yudi, Temukan Limbah dan Hentikan Produksi Sementara DPP AKPERSI Dorong Verifikasi Menyeluruh dan Penyelesaian Berkeadilan antara Masyarakat dan PT Bumi Mekar Hijau Polda NTB Matangkan Skema Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Usai Rakor dengan Mabes Polri Posyandu Tak Lagi Hanya untuk Balita, Lombok Tengah Perkuat Layanan Sehat Sepanjang Hayat Antrean Solar Mengular hingga Bahu Jalan, Sopir Fuso Keluhkan Sistem Barcode: “Waktu Tarik Muatan Kami Berkurang”

Pemerintahan

Posyandu Tak Lagi Hanya untuk Balita, Lombok Tengah Perkuat Layanan Sehat Sepanjang Hayat

badge-check


					Posyandu Tak Lagi Hanya untuk Balita, Lombok Tengah Perkuat Layanan Sehat Sepanjang Hayat Perbesar

JAGAT MEDIA, LOMBOK TENGAH – Wajah Posyandu di Lombok Tengah terus bertransformasi. Tidak lagi hanya menjadi tempat timbang bayi dan balita, Posyandu kini didorong menjadi pusat layanan kesehatan terpadu untuk semua usia.

Komitmen itu ditegaskan melalui Gerakan Posyandu Aktif yang digelar di Posyandu Sehati, Desa Janggawana, Kecamatan Janapria, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dengan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lombok Tengah yang diketuai Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri. Gerakan ini menjadi implementasi nyata dari GERMAS dan Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat desa.

Ketua Tim Pembina Posyandu Lombok Tengah, Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri dalam arahannya mengatakan, penguatan Posyandu Aktif adalah kunci mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Transformasi Posyandu adalah keharusan. Kita ingin Posyandu yang aktif, yang dikunjungi bukan hanya karena ada bayi, tapi karena seluruh keluarga merasa butuh. Inilah semangat layanan siklus hidup yang kita bangun,” tegasnya.

Menurutnya, Posyandu yang aktif akan menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan.

“Kalau Posyandu aktif, edukasi jalan, deteksi dini jalan, masyarakat jadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya. Target kita adalah masyarakat Lombok Tengah yang sehat dan sejahtera,” imbuh Hj. Nurul.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Lombok Tengah menyebut Gerakan Posyandu Aktif juga menjadi momentum untuk memperkuat 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“SPM bukan hanya soal kesehatan, tapi juga pendidikan, PU, perumahan rakyat, trantibum, dan sosial. Semua itu hulunya ada di Posyandu sebagai pusat data dan layanan dasar masyarakat,” ungkap perwakilan Dinkes.

Dengan konsep siklus hidup, layanan di Posyandu Sehati kini menyasar ibu hamil dan nifas, bayi, balita, anak usia prasekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.

Pemkab Lombok Tengah berharap, melalui Gerakan Posyandu Aktif ini, pelayanan dasar tidak lagi berjarak dengan warga dan mampu melahirkan generasi yang lebih sehat di masa depan.

Editor : Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tinjau Gudang Bulog Lubuk Linggau, Herman Deru Pastikan Stok Beras Aman

4 September 2026 - 14:10 WIB

Bupati Aceh Singkil Minta Rehabilitasi Pascabencana Dipercepat dan Tepat Sasaran

1 September 2026 - 13:42 WIB

DPRD dan Pemkab Toba Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026

1 September 2026 - 10:24 WIB

Puluhan Pelajar dan Tokoh Seni Aceh Singkil Terima Penghargaan, Prestasi Tingkat Nasional Jadi Sorotan

20 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Wali Kota Lubuk Linggau Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Sejumlah ASN Terima Satyalancana Karya Satya

17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Trending di Pemerintahan