Menu

Mode Gelap
Ekonom Soroti Pergeseran Strategi Bank Global, Dana Rp11,5 Triliun Disebut Keluar dari Indonesia Elvi Ranita Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Andie Dinialdie Pimpin Golkar Sumsel 36 Dapur MBG Layani Seluruh Sekolah di Lubuk Linggau, SPPG Tindak Lanjuti Temuan Ulat pada Menu Siswa Pimpin Upacara di SMAN 1 Singkil Utara, Kapolres Aceh Singkil Ajak Pelajar Jauhi Narkoba, Bullying, dan Balap Liar Dua Penyadap Karet di Muratara Diserang Beruang, Satu Korban Alami Patah Tulang Dedikasi Dua Guru di Lamongan, Mengajar Sambil Menggendong Buah Hati Demi Tetap Menjalankan Tugas

Pendidikan

Dedikasi Dua Guru di Lamongan, Mengajar Sambil Menggendong Buah Hati Demi Tetap Menjalankan Tugas

badge-check


					Dedikasi Dua Guru di Lamongan, Mengajar Sambil Menggendong Buah Hati Demi Tetap Menjalankan Tugas Perbesar

JAGATMEDIA, LAMONGAN – Di tengah keterbatasan yang dihadapi sebagai ibu sekaligus pendidik, dua guru di MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, menunjukkan dedikasi yang mengundang apresiasi. Demi tetap menjalankan tugas mengajar, mereka membawa sekaligus menggendong anak balitanya ke dalam ruang kelas saat proses pembelajaran berlangsung.

Kedua guru tersebut, Hana Rafiqa Rahmawati, S.Pt. dan Mukzizah Ayu Afriyanti, S.Pd., memilih tetap hadir di hadapan para siswa meski harus menjalankan peran ganda sebagai pendidik dan ibu. Keterbatasan dalam memperoleh pengasuh menjadi salah satu alasan mereka membawa buah hati ke sekolah.

Di sela-sela aktivitas mengajar, keduanya tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran. Saat menjelaskan materi di depan kelas, mereka sesekali menggendong anak, sementara pada waktu tertentu membiarkan sang buah hati bermain di tempat yang aman ketika para siswa mengerjakan tugas.

Pihak MTs Muhammadiyah 20 Menongo memberikan dukungan terhadap kondisi tersebut. Kepala sekolah memilih mengedepankan pendekatan kemanusiaan dengan memberikan izin kepada kedua guru untuk membawa anak mereka ke lingkungan sekolah.

Menurut pihak sekolah, kebijakan tersebut diambil karena memahami tidak semua guru memiliki pilihan lain dalam mengasuh anak ketika harus menjalankan tugas mengajar.

“Tidak ada seorang ibu pun yang ingin merepotkan jika ada pilihan lain,” demikian penjelasan Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo mengenai kebijakan tersebut.

Dukungan juga datang dari rekan sesama guru serta para wali murid. Mereka menerima kehadiran anak-anak tersebut di lingkungan sekolah dan, dalam beberapa kesempatan, turut membantu menjaga balita ketika kedua guru sedang fokus menyampaikan materi pelajaran.

Meski menjalankan peran ganda, Hana Rafiqa Rahmawati dan Mukzizah Ayu Afriyanti menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

“Kami berjanji akan tetap menjaga profesionalitas. Mengajar dengan sungguh-sungguh, mendidik dengan ikhlas, dan tetap menjaga ketertiban kelas,” ujar keduanya.

Kisah kedua guru tersebut menjadi gambaran bahwa tantangan yang dihadapi tenaga pendidik tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga bagaimana menyeimbangkan tanggung jawab sebagai orang tua. Dukungan lingkungan sekolah yang mengedepankan empati dinilai menjadi salah satu faktor penting agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengesampingkan kebutuhan keluarga.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, semangat mengabdi yang ditunjukkan kedua guru itu menjadi inspirasi bahwa dedikasi terhadap dunia pendidikan dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai seorang ibu.

Editor : Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pimpin Upacara di SMAN 1 Singkil Utara, Kapolres Aceh Singkil Ajak Pelajar Jauhi Narkoba, Bullying, dan Balap Liar

3 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Kadisdikbud Aceh Barat Ajak Kepala Sekolah se-Woyla Perkuat Sinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

30 Juli 2026 - 22:34 WIB

Diduga Pungut Iuran Komite Rp50 Ribu per Siswa, SD Kartika II-3 Palembang Disorot, Transparansi Dipertanyakan

22 Juli 2026 - 15:10 WIB

Penonaktifan Kepala SMPN 1 Indralaya Tuai Perhatian, Rekam Jejak Pengabdian Jadi Bahan Perbincangan

17 Juli 2026 - 22:57 WIB

Hanya 13 Siswa Baru, SMA Negeri 7 Lubuk Linggau Tetap Semangat Gelar MPLS

14 Juli 2026 - 18:53 WIB

Trending di Pendidikan