Menu

Mode Gelap
Ketua Naga Selatan Kecam Pemblokiran Rekening Relawan Pati, Minta APH Buka Dasar Hukum Penanganan Laporan Dugaan Pencabulan Anak di Palembang Disorot, CCTV Alfamart Dikhawatirkan Terhapus Galih Nugraha Pertanyakan Penanganan Dugaan Pelecehan Pelajar di Alfamart Palembang, CCTV Jadi Sorotan Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Beberkan Fakta yang Terungkap di Persidangan Rekening Diblokir Atas Permintaan APH, Bank Mandiri Diminta Buka Dasar Hukumnya Naga Selatan Bersiap Perkuat Kelembagaan, Galih Nugraha Pimpin Karateker Persiapan Legalitas

Opini

Anak-Anak Laut Singkil, Penjaga Harapan dari Pesisir Barat Aceh

badge-check


					Anak-Anak Laut Singkil, Penjaga Harapan dari Pesisir Barat Aceh Perbesar

JAGATMEDIA. ACEH SINGKIL – Saat fajar mulai menyingsing di pesisir Aceh Singkil, pemandangan sederhana namun penuh makna kerap terlihat. Anak-anak nelayan berusia sekitar 7 hingga 12 tahun berlarian di sepanjang pantai, mengantar ayah mereka melaut sebelum kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Kulit mereka menghitam karena terik matahari dan angin laut, rambut kusut diterpa semilir pantai. Namun di balik kesederhanaan itu, terpancar semangat dan ketulusan yang tumbuh bersama debur ombak.

Bagi anak-anak pesisir ini, laut bukan sekadar tempat mencari nafkah. Laut adalah ruang belajar, tempat bermain, sekaligus bagian dari kehidupan yang harus dijaga.

Belajar dari Laut dan Al-Qur’an

Usai membantu orang tua sejak subuh, sore harinya mereka berkumpul di dermaga untuk mengaji bersama. Guru yang membimbing mereka merupakan seorang ustaz yang juga pernah menjadi nelayan.

Selain belajar membaca Al-Qur’an, mereka juga diajarkan menghormati alam, memahami arah angin, serta menjaga keseimbangan laut agar hasil tangkapan tetap lestari bagi generasi berikutnya.

Berbagi di Tengah Keterbatasan

Kehidupan yang sederhana tidak menghalangi mereka untuk peduli terhadap sesama.

Saat hasil tangkapan ikan menurun, anak-anak itu menyisihkan uang dari hasil menjual kepiting kecil. Uang yang terkumpul kemudian digunakan membeli mi instan dan susu untuk para lansia yang tinggal di gubuk-gubuk pesisir.

Dengan polos mereka berkata.

“Biar nenek kuat doain laut kami, Kak.”

Kalimat sederhana itu menggambarkan besarnya kepedulian yang tumbuh dari hati anak-anak pesisir.

Menjaga Laut dengan Kesadaran Sendiri

Usai bermain di pantai, mereka juga terbiasa memungut sampah plastik yang berserakan. Bukan karena diminta siapa pun, tetapi karena mereka memahami bahwa kebersihan laut adalah bagian dari kehidupan keluarga mereka.

Alasan mereka pun begitu sederhana.

“Kalau laut kotor, ikannya sedih. Kalau ikan sedih, bapak pulang dengan tangan kosong.”

Bagi mereka, menjaga laut berarti menjaga harapan orang tua yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil tangkapan.

Harapan dari Pesisir Singkil

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak laut Singkil mungkin tidak memiliki gawai mahal atau fasilitas serba modern. Namun mereka tumbuh dengan nilai-nilai yang tidak ternilai: menghormati orang tua, mencintai lingkungan, dan hidup dalam kebersamaan.

Merekalah generasi yang diharapkan kelak menjaga kelestarian Selat Malaka dan keindahan Pulau Banyak, sekaligus meneruskan tradisi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan alam.

Semoga laut selalu menghadirkan rezeki bagi keluarga-keluarga nelayan, dan anak-anak Aceh Singkil terus tumbuh menjadi generasi yang rendah hati, peduli terhadap sesama, serta mencintai alam yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak kecil.

Editor: Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cakar Sriwijaya Desak Investigasi Dugaan Dampak Industri Pusri terhadap Sungai Musi

9 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Muhadhoroh Jadi Tradisi Unggulan MTs Muhammadiyah 20 Menongo dalam Membentuk Generasi Percaya Diri dan Berkarakter

29 Juli 2026 - 16:15 WIB

Diduga Kurir Sprinter J&T Drop Point Kertapati 2 Kerap Membatalkan Pesanan Sepihak

27 Juli 2026 - 13:44 WIB

Peredaran Narkoba di Aceh Barat Kian Mengkhawatirkan, Generasi Muda Jadi Target Bandar

26 Juli 2026 - 11:11 WIB

Cakar Sriwijaya Sumsel Hadiri Festival Marogan 2026, Semarakkan Milad ke-16 Pondok Pesantren Tahfidz Kiai Marogan

20 Juli 2026 - 01:17 WIB

Trending di Opini