JAGATMEDIA, LUBUK LINGGAU – Sebanyak 370 atlet pelajar dari Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Linggau Berbudaya 2026. Ajang ini memperebutkan Piala Wali Kota Lubuk Linggau dan berlangsung selama dua hari, 24-25 Oktober 2026.
Kejuaraan yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Lubuk Linggau tersebut dipusatkan di Taman Olahraga Megang (TOM), Sabtu (24/10/2026).
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Lubuk Linggau, Erwin Armeidi, yang mewakili Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong bersama Ketua IPSI Kota Lubuk Linggau, H Epi Samsul Komar.
Peserta kejuaraan berasal dari kalangan pelajar tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Mereka akan berkompetisi sekaligus mengasah kemampuan dan menjunjung tinggi sportivitas dalam olahraga pencak silat.
Momentum Lestarikan Budaya Bangsa
Ketua Pelaksana, Nugraha Apreledi, mengatakan kejuaraan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Lubuk Linggau.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai upaya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya asli Indonesia.
“Pencak silat merupakan warisan asli budaya bangsa. Namun, di tengah gempuran berbagai olahraga yang datang dari luar, kami ingin membuktikan bahwa minat dan bakat generasi muda terhadap pencak silat masih tetap ada dan menjadi bagian dari kecintaan terhadap bangsa ini,” ujarnya.
Ia berharap kejuaraan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Lubuk Linggau agar dapat terus dilaksanakan dan berkembang pada masa mendatang.
Dengan begitu, pencak silat tidak hanya menjadi cabang olahraga yang melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Bentuk Karakter dan Jauhkan Generasi Muda dari Pengaruh Negatif
Nugraha mengungkapkan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Wali Kota Lubuk Linggau untuk membahas pelaksanaan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, wali kota menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda sekaligus menjadi salah satu wadah untuk mengarahkan mereka pada aktivitas yang bermanfaat.
Melalui kegiatan olahraga, para pelajar diharapkan dapat mengembangkan disiplin, tanggung jawab, semangat juang, serta sikap sportif dalam berkompetisi.
Kejuaraan Pencak Silat Linggau Berbudaya 2026 pun diharapkan menjadi wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
Selain melahirkan bibit-bibit atlet potensial, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk menjaga eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia di tengah perkembangan olahraga modern.
Editor : Lina.
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Lubuk Linggau dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











