JAGATMEDIA, BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Anti Judi Anti Narkoba (AJUDAN) Provinsi Aceh, Tousi, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan aparat gabungan yang membongkar laboratorium gelap narkotika berskala besar di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita 1,2 ton sabu dengan perkiraan nilai ekonomi mencapai Rp2,16 triliun.
Menanggapi temuan masif tersebut, Tousi menilai besarnya barang bukti yang disita merupakan ancaman yang sangat serius bagi masyarakat, khususnya generasi penerus di Aceh.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada penangkapan operator di lapangan, melainkan mengusut tuntas jaringan ini hingga ke akar-akarnya.
“Jangan sampai pelaku di lapangan ditangkap, tetapi bandar besar dan pengendali jaringan justru tidak tersentuh. Siapa yang mendanai, memasok bahan baku, mengendalikan produksi, dan mengatur distribusinya harus diusut tuntas tanpa kompromi,” tegas Tousi kepada media, Sabtu (24/10/2026).
Jika terbukti ada keterlibatan jaringan internasional, ia meminta seluruh mata rantainya ditelusuri dan dibongkar melalui kerja sama penegak hukum yang komprehensif.
Menurutnya, persoalan narkotika bukan sekadar masalah penegakan hukum, melainkan ancaman nyata yang dapat menghancurkan tatanan keluarga, merusak kesehatan, dan menghambat pembangunan sumber daya manusia di Aceh.
“Yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan generasi muda kita. Mereka seharusnya belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri untuk membangun Aceh, bukan terjerat narkoba. Mereka harus kita lindungi,” tambahnya.
Sebagai langkah penanggulangan jangka panjang, Tousi mendorong penguatan pengawasan terhadap jalur masuk narkotika serta peningkatan koordinasi antara aparat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa penindakan hukum yang tegas harus berjalan beriringan dengan edukasi bahaya narkoba di lingkungan keluarga, sekolah, dan gampong, guna memastikan Aceh tidak menjadi tempat yang aman bagi jaringan narkotika.
Editor : Lina.
Sejak September 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan seluruh Indonesia. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.







