Menu ✖

Mode Gelap
Penggrebekan Lab Sabu 1,2 Ton di Pidie, AJUDAN Aceh Desak Aparat Usut Tuntas hingga ke Bandar Besar Kurang dari Tiga Jam, Polres Muratara Tangkap Tersangka Pengeroyokan yang Tewaskan Pria 29 Tahun 370 Atlet Ramaikan Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Lubuk Linggau 2026 Perkuat Struktur, Tim DPW NasDem Aceh Kunker Ke DPD NasDem Aceh Singkil Samurai Siap Gelar Aksi di Kantor PUPR Palembang, Desak Evaluasi Proyek IPAL PCSP Paket C1 Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Singkil Gelar Subuh Keliling

Peristiwa

Penggrebekan Lab Sabu 1,2 Ton di Pidie, AJUDAN Aceh Desak Aparat Usut Tuntas hingga ke Bandar Besar

badge-check


					Penggrebekan Lab Sabu 1,2 Ton di Pidie, AJUDAN Aceh Desak Aparat Usut Tuntas hingga ke Bandar Besar Perbesar

JAGATMEDIA, BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Anti Judi Anti Narkoba (AJUDAN) Provinsi Aceh, Tousi, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan aparat gabungan yang membongkar laboratorium gelap narkotika berskala besar di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita 1,2 ton sabu dengan perkiraan nilai ekonomi mencapai Rp2,16 triliun.

Menanggapi temuan masif tersebut, Tousi menilai besarnya barang bukti yang disita merupakan ancaman yang sangat serius bagi masyarakat, khususnya generasi penerus di Aceh.

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada penangkapan operator di lapangan, melainkan mengusut tuntas jaringan ini hingga ke akar-akarnya.

“Jangan sampai pelaku di lapangan ditangkap, tetapi bandar besar dan pengendali jaringan justru tidak tersentuh. Siapa yang mendanai, memasok bahan baku, mengendalikan produksi, dan mengatur distribusinya harus diusut tuntas tanpa kompromi,” tegas Tousi kepada media, Sabtu (24/10/2026).

Jika terbukti ada keterlibatan jaringan internasional, ia meminta seluruh mata rantainya ditelusuri dan dibongkar melalui kerja sama penegak hukum yang komprehensif.

Menurutnya, persoalan narkotika bukan sekadar masalah penegakan hukum, melainkan ancaman nyata yang dapat menghancurkan tatanan keluarga, merusak kesehatan, dan menghambat pembangunan sumber daya manusia di Aceh.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan generasi muda kita. Mereka seharusnya belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri untuk membangun Aceh, bukan terjerat narkoba. Mereka harus kita lindungi,” tambahnya.

Sebagai langkah penanggulangan jangka panjang, Tousi mendorong penguatan pengawasan terhadap jalur masuk narkotika serta peningkatan koordinasi antara aparat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat.

Ia menekankan bahwa penindakan hukum yang tegas harus berjalan beriringan dengan edukasi bahaya narkoba di lingkungan keluarga, sekolah, dan gampong, guna memastikan Aceh tidak menjadi tempat yang aman bagi jaringan narkotika.

Editor : Lina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kurang dari Tiga Jam, Polres Muratara Tangkap Tersangka Pengeroyokan yang Tewaskan Pria 29 Tahun

24 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Samurai Siap Gelar Aksi di Kantor PUPR Palembang, Desak Evaluasi Proyek IPAL PCSP Paket C1

24 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Singkil Gelar Subuh Keliling

24 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Cetak Sejarah, 30 Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Gelar Seminar Tesis Perdana

24 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Aceh Singkil Gelar Jumat Keliling Di Masjid

23 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Jagatmedia
Trending di Peristiwa